Sekda Koltim Temui Pendemo Jalan Poros Ladongi, Ini Hasilnya…!

Investigasitimes.com, Koltim – Selasa (5/9/2023), para pendemo jalan poros Kelurahan Ladongi, Kecamatan Ladongi bertemu atau bertatap muka langsung dengan Sekda Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Andi Muhammad Iqbal Tongasa.

Turut hadir pada pertemuan tersebut diantaranya, Kapolres Koltim,AKBP Yudhi Palmi beserta jajarannya, serta Plt.Kesbang Pol, Subhan.

Para pendemo meminta agar jalan poros Kelurahan Ladongi bisa diaspal. Mereka juga meminta agar Pemda Koltim dapat melakukan penyiraman jalan minimal 3x dalam sehari.

Pada kesempatan itu, Andi Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa Pemda Koltim sudah melakukan pertemuan dengan Kasubid Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sultra bersama tim ahli dari Inspektorat Provinsi Sultra, serta dari Dinas PU Sultra belum lama ini.

Khusus jalur poros Kelurahan Ladongi untuk sementara belum dapat diaspal karena menjadi barang bukti penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap proyek pengaspalan tahun lalu.

“Pihak penyelenggara kegiatan juga sudah disampaikan sebelumnya untuk segera mengembalikan dana yang menjadi temuan kerugian negara. Dan bila dana tersebut dikembalikan ke negara, maka akan dipertimbangkan kembali untuk dianggarkan pada tahun 2024,” kata Iqbal.

“Bila tidak dikembalikan, maka akan naik pada tahap proses hukum. Bila naik proses hukum, maka tentu kita berharap agar bagaimana pihak Dinas PU provinsi memikirkan lagi pengaspalan di jalur yang dipermasalahkan sekarang,” tambahnya.

Disebutkan, Pemda Koltim juga dalam waktu dekat akan menjembatani (pertemuan) warga maupun tokoh masyarakat dengan pihak Tipikor serta pihak Dinas PU Provinsi. Sehingga masyarakat dapat mempertanyakan sekaligus menyampaikan secara langsung keluh kesahnya.

“Karena ini kan sebetulnya jalan provinsi. Jadi pihak PU provinsi juga bisa menjelaskan bagaimana agar minimal bisa mengalokasikan pengaspalan pada APBD murni tahun 2024. Tapi itu semua tergantung kajian dari Dinas PU provinsi,” ucapnya.

“Kita berharap sebetulnya agar bagaimana jalan yang bermasalah ini dapat dianggarkan. Proses hukum tetap berjalan, dan bagaimana anggaran pengaspalan yang sudah dialokasikan pada tahun ini dapat berjalan (tidak dikembalikan),” ujar Iqbal.

Soal penyiraman jalan, lanjut Iqbal akan diupayakan secepat mungkin.

“Memang sesuai komitmen kita pada saat HUT Sultra kemarin akan dilakukan penyiraman. Hanya kurang maksimal. Tapi kami akan upayakan penyiraman dilakukan secepatnya,” imbuhnya.

Walaupun disampaikan akan turun armada penyiraman, namun tak membuat sebagian hati emak-emak menjadi puas. Apalagi jika penyiramannya dilakukan 3x kali seminggu.

Sebagian emak-emak itu pula mengancam akan kembali melakukan demo manakala tidak dilakukan penyiraman mulai esok hari.

“Kalau tidak ada penyiraman mulai besok, maka ibu-ibu yang akan turun demo lagi. Kita akan memasak lagi di jalan. Sudah capek (bosan) kita makan debu,” teriak mereka.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *