Investigasitimes.com, Koltim – Emak-emak dari Kelurahan Ladongi, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) bersama Gerakan Pemuda Ladongi Membangun (GPLM) turun melakukan aksi blokade jalan, Senin (4/9/2023) sekitar 10.00 WITA. Akibat aksi ini, kendaraan roda empat tidak dapat melintas dan menimbulkan kemacetan.
Emak-emak yang memblokade jalan menyatakan kekesalannya atas janji-janji Pemerintah Daerah Koltim maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang hingga kini belum juga memperbaiki atau mengaspal jalan poros Kelurahan Ladongi.
“Kita bosan makan debu. Kita bosan dijanji-janji. Kita mau segera dilakukan pengaspalan. Kami tidak akan berhenti demo dan blokir jalan sampai pemerintah melakukan pengaspalan,” ucap mereka.
Sembari memblokade, emak-emak ini juga menggelar tarian tradisional Sulawesi Tenggara (lulo) serta membakar ikan di tengah jalan.

Para pendemo juga memajang boneka pocong di tengah jalan dengan membentangkan sepanduk bertulis “Lebih baik makan hati, daripada makan debu!!!#panipu”.
Dileher boneka pocong, tampak menggantung foto Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi, serta di kepalanya (kepala boneka pocong) terdapat foto Plt.Bupati Koltim,Abdul Azis.
Pantauan wartawan media ini, berjam-jam lamanya menggelar aksi namun tak satupun perwakilan dari Pemda Koltim maupun Pemerintah Provinsi yang datang menemui dan berdialog langsung dengan emak-emak.Yang terlihat hanyalah Kapolres Koltim, AKBP Yudhi Palmi bersama jajarannya melakukan pengamanan.
Kepada massa aksi, Yudhi menyampaikan akan segera menemui Sekda Koltim, Andi Muhammad Iqbal Tongasa guna membicarakan solusi terbaik, sekaligus meminta kesediaannya menemui para pendemo pada esok pagi. Aksi berakhir 17.50 WITA. Dan emak-emak menyatakan akan kembali turun memblokade jalan.









