Investigasitimes.com, Koltim – Usai viral di media sosial (medsos), jembatan poros Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) akhirnya mendapat perhatian.
Pemerintah Kecamatan bersama Polri/TNI dan warga sekitar turun tangan memperbaiki kerusakan jembatan.
Perbaikan dilakukan pada hari ini, Senin (4/8/2025) sore dengan mengganti kayu-kayu jembatan yang sudah tidak layak pakai.
Sebetulnya, perbaikan dengan hanya mengganti kayu jembatan sudah beberapa kali dilakukan.
Pada pemerintahan Abdul Azis, jembatan Lambandia beberapa kali mengalami perbaikan.
Misalnya, tahun 2022 lalu. Perbaikan jembatan ketika itu langsung dalam kendali Dinas PU dan Perhubungan Koltim. Kendali berjalan atas dasar instruksi Plt Bupati Koltim, Abdul Azis.
Bersama jajaran TNI/Polri, masyarakat sekitar dan jajaran pemerintah setempat berjibaku memperbaiki jembatan, pada Senin (17/10/2022). Alhasil, jembatan dapat lagi dilalui.
Slamet Haryanto, selaku warga Wonuambuteo, Kecamatan Lambandia sampai-sampai menyampaikan ucapan terima kasih kepada Plt Bupati Koltim.
“Terimakasih Pemda Kolaka Timur Bapak Bupati Abd Azis telah merespon keluhan dan keinginan kami, karena dengan diperbaikinya jembatan ini, otomatis tidak ada lagi kekhawatiran jatuh atau tidak bisa melintas,” tutur Slamet Haryanto warga Wonuambuteo (Dikutip dari Diskominfo Koltim).
Melengkapi daripada hal ini, dalam sebuah pemberitaan media online (edisi Senin, 17 Oktober 2022), Plt Kadis PU Koltim, Arisman mengatakan, sebenarnya jembatan itu memiliki status jembatan provinsi. Seluruh desain, pembangunan, perawatan maupun perbaikan seperti yang mereka lakukan saat itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
Hanya saja lanjut Arisman, Bupati Koltim, Abd Azis menuntut dinasnya agar peka terhadap kondisi daerah. Dan tidak harus menunggu pemerintah provinsi untuk turun memperbaiki jembatan Lambandia.
“Sehingga kami merasa ini pikiran sangat luar biasa dari bupati. Pak bupati bilang ke saya, bahwa kalau menunggu provinsi perbaiki ini jembatan, belum tentu akan cepat. Jangan tunggu korban jatuh di jembatan lalu kita perbaiki, ini kata bupati. Tidak boleh begitu katanya. Makanya dengan anggaran yang ada di kabupaten, kita pakai belanja balok dan kebutuhan bahan-bahan lain, alhamdulillah jembatan lambandia tuntas kita renovasi. Masyarakat akhirnya nyaman kita lihat jalan disini,” kata Arisman kala itu.
Diedisi yang sama, Bupati Koltim, Abd Azis, menerangkan bahwa ia tidak mau berpikir panjang soal keluhan masyarakat. Apalagi jembatan Lambandia, kondisinya sudah sangat mendesak untuk diperbaiki.
Abdul Azis sampai mencontohkan, kalau misalkan dalam satu tanggung jawab kewenangan, seperti jembatan Lambandia, statusnya adalah menjadi tanggung provinsi, tetapi warga Koltim-lah yang menikmatinya, maka disitu juga ada tanggung jawabnya.
“Kalai bisa dikerja oleh kabupaten tidak perlu tunggu tunggu provinsi. Karena yang melintasi jembatan itu juga adalah warga saya, maka secara tanggung jawab saya juga punya. Biar itu jembatan kewenangannya PBB atau Planet, tetap saya harus kerjakan, karena warga saya yang menikmatinya. Warga saya yang melintasi. Setelah direnovasi ini, barulah kita hadap Gubernur dan kadis-kadis di provinsi, minta agar dikerjakan. Artinya kita mulai dari kita dulu,” katanya.

Ungkapan dari Abdul Azis (setelah direnovasi ini barulah menghadap Gubernur dan kadis-kadis di provinsi, minta agar dikerjakan) ternyata tak membuahkan hasil. Entah apa kendalanya, padahal, saat itu yang menjadi Gubernur Sultra, Ali Mazi SH sangat dekat dengannya, bahkan boleh dikata adalah ”ayah angkat”-nya.
Waktu terus berjalan. Solusi dari pemerintah provinsi yang konon bakal diupayakan oleh Abdul Azis belum juga kelihatan.
Dan, kondisi jembatan Lambandia pun kembali sudah memperihatinkan lagi (kurang lebih 4 bulan setelah diperbaiki). Warganet pun kembali bersuara lantang di medsos.
Tepat hari Sabtu, 7 Januari 2023, jembatan Lambandia akhirnya diperbaiki.Seperti halnya tahun 2022, perbaikan juga hanya dilakukan ala kadarnya, yaitu sekedar mengganti kayu yang dianggap sudah tidak layak pakai.
Pada proses pengerjaan tersebut, Bupati Abdul Azis sampai turun langsung memantau di lokasi jembatan bersama Sekdanya, Andi Muh Iqbal Tongasa.
Pada kesempatan itu, Bupati Azis menyampaikan, meski jembatan ini (jembatan Lambandia) merupakan bagian dan kewenangan pemerintah provinsi karena masuk dalam jalan provinsi. Namun, sebagai pemerintah daerah dirinya punya tanggung jawab untuk memperbaikinya.
“Kita harus terus memperbaikinya, agar warga atau kendaraan yang melintas bisa merasa aman dan nyaman. Apalagi Lambandia ini, akan menjadi tuan rumah perayaan HUT Kolaka Timur tahun ini pada Tanggal 11 sampai 13 Januari mendatang,” ucap bupati (dikutip dari Website Resmi Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur).
Memasuki tahun 2025, kondisi jembatan kembali mengalami kerusakan. Camat Lambandia, Mulyadi pada pernyataannya disebuah media online, menyampaikan , pihaknya bersama jajaran dan Dinas PU Koltim, Polsek Lambandia dan warga melakukan perbaikan.
Perbaikan yang dilaksanakan pada Minggu (15/4/2025) sampai malam hari itu dimaksudkan guna memperlancar mobilisasi kendaraan peserta STQH ke VI yang kebetulan berpusat di Kecamatan Lambandia.
“Insya Allah malam ini sudah bagus, kami sementara melakukan perbaikan bersama warga dan Polsek serta Dinas PU, dengan perbaikan ini akan memudahkan warga atau kontingen Kafilah untuk melintas,” ujarnya.
Lagi-lagi, perbaikan dilakukan dengan mengandalkan penggantian kayu lantai jembatan.
Memasuki bulan Agustus 2025 ini, atau selisih 4 bulan dari perbaikan sebelumnya, riak-riak warganet kembali ramai menyuarakan kondisi terkini jembatan Lambandia, di medsos. Hingga, akhirnya, sore hari ini dilakukan lagi perbaikan.
Jembatan Lambandia telah menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Dari tahun ke tahun, jembatan ini telah mengalami pasang surut, perbaikan dan kerusakan.
Setiap langkah perbaikan menjadi cerita tersendiri. Setiap kayu yang diganti menjadi bagian dari sejarah jembatan ini.
Apakah mungkin kelak jembatan Lambandia dapat bertransformasi dari kayu ke beton? Sehingga pula dapat menjadi penghubung antara masa lalu dan masa depan.









