Investigasitimes.com, Kab. Malang -Terjadi ribut adu mulut antara seorang jurnalis dengan oknum karyawan SPBU Dangkep, aksi perang mulut terjadi lantaran di picu oleh kesalahan pengisian bahan bakar oleh oknum karyawan SPBU saat awak media ini mengisi bahan bakar.
Berawal dari seorang wanita paruh baya yang memakai baju merah sedang mengisi BBM subsidi jenis pertalite, saat pengisian bahan bakar tersebut meter tidak menunjukan angka nol, tapi berada pada angka kisaran 75 ribu rupiah. dan terjadi adu mulut setelah diingatkan oleh awak media.
Tindakan tersebut ditonton pembeli yang lain, dan ada juga dari salah satu pembeli melerai adu mulut tersebut. Suasana di SPBU itu pun jadi perhatian para pengunjung lainnya
Saat awak media konfirmasi, ternyata disebabkan karena jumlah pembelian bensin tidak sesuai dengan uang yang diberikan.
Awak media membeli BBM pertalite sebesar dua puluh ribu rupiah, karena awalnya Rp 75 ribu rupiah, seharusnya di meter menunjukan angka 95 ribu rupiah apabila pembelian sudah terpenuhi. Tetapi setelah selesai pengisian angka di meter baru menunjukan angka 80 ribu rupiah.
Karena merasa pengisian kurang akhirnya petugas pom ditegur oleh awak media. parahnya, petugas pom malah marah-marah dan salah satu temanya petugas pom tersebut menghampiri awak media tersebut sambil marah, dan mengatakan ke awak media, ”mas pean ngajak geger mas”.
Atas kejadian tersebut, awak media berharap kepada pihak management untuk bisa mendisiplinkan karyawannya, dan instansi terkait bersama aparat penegak hukum dapat memantau operasional SPBU Dangkep, agar tidak terulang lagi menimpa korban lainnya.









