Penjual Ikan Diduga “Kurir” KTP dan KK Pemilih Luar Pembeyoha

Investigasitimes.com, Koltim – Titik terang atas indikasi atau dugaan mobilisasi pemilih pada pemilihan kepala desa (Pilkades) Pembeyoha, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) semakin jelas.

Sebuah rekaman percakapan menunjukan bahwa ada seorang warga dari Kelurahan Atula,Kecamatan Ladongi mengaku sama sekali tidak tau-menahu sehingga namanya masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) lalu dimutakhirkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pembeyoha.

Wanita yang belakangan diketahui istri Jumardin itu sampai terheran-heran mengapa namanya bisa ada di Pembeyoha. Apalagi, ia maupun suaminya sama sekali tak pernah mengambil surat keterangan pindah dari pemerintah Kelurahan Atula.

“Sempat itu hari, lama sekali mi saya masih ingat itu. Saya kira bukan disana (Pembeyoha) mau disetor. Itu mi saya mau kasi toh karena nda ji katanya. Ternyata disana pale masuk. Mau apa juga di Pembeyoha, tidak ada keluarga, apalagi mau pindah,” ucap wanita itu.

Sebelum namanya masuk dalam DPS, wanita ini pun membeberkan pernah memberikan KTP dan KK-nya kepada seseorang wanita dari Desa Pembeyoha berinisial R.

Diketahuinya, R adalah seorang penjual ikan dan menggunakan motor matic warna biru-putih. R juga menjanjikan kepadanya bakal memberinya sejumlah uang.

“Saya bilang, apa mi saya mau jawab kalau ada orang yang bertanya, dia bilang diam ki saja. Bilang saja tidak tau. Urusanku mi katanya (kata R) itu. Saya bilang, bagaimana kalau suatu saat kita dipanggil mau nyoblos bagaimana mi?,” kenangnya.

“Itu mi dia (inisial R) bilang tadi, sebelum tanggal 22 (Desember 2022) kita turun mi, kita telpon mi mertuata, bakar-bakar ikan di sana. Bikin acara. Sudah dua kali dia datang menanyakan mertua saya,” beber wanita itu juga.

Terungkapnya wanita berinisial R tentu menjadi satu “pelita” bagi LSM Barak Koltim dalam membongkar teka-teki dugaan kecurangan pilkades Pembeyoha.

Beltiar, selaku Ketua LSM Barak Koltim berpendapat bahwa R memiliki peran yang sangat besar dalam memobilisasi pemilih luar.

Perkiraan Beltiar, R memang sengaja
dijadikan salah satu tim yang bertugas mengumpulkan KTP dan KK warga dari luar Desa Pembeyoha. Setelah itu diberikan kepada seseorang yang menjadi aktor utama dibalik skenario mobilisasi pemilih ini.

“Jadi kuat dugaan kami, mobilisasi pemilih di pilkades Pembeyoha sudah terancang dengan sistematis, terstruktur serta melibatkan banyak orang. Logikanya, tidak mungkin seorang penjual ikan bisa merubah alamat KTP dan KK seseorang. Tentu ada aktor dibelakangnya. Dan itu masih terus kami dalami,” ketusnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *