Investigasitimes.com, Kab. Bojonegoro – Jelang berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bumi Malowopati pada September 2023 mendatang mendapat sorotan dari Ketua LSM Suara Malowopati Bojonegoro, Jawa Timur.
“Idealnya yang menjadi PLT (Pelaksana Tugas) Bupati ya harus orang Bojonegoro asli mas,” ungkap Haryono, Senin (03/07/2023).
“PLT Bupati Bojonegoro nanti, wajib mengenal karakteristik masyarakat, mengetahui benar potensi yang ada, faham berbagai masalah yang saat ini masih melekat pada Bojonegoro, utamanya soal kemiskinan dan ketimpangan pembangunan di utara dan selatan,” ujarnya dengan serius.
Menjadi PLT Bojonegoro dengan masa tugas kurang lebih 16 bulan bukanlah hal yang mudah, dia harus faham benar dengan kota minyak yang selalu digembar gemborkan memiliki APBD jumbo dibanding kabupaten sekitarnya itu dengan serapan anggaran yang minim.
“Banyak yang menjadi PR nya kelak. Maka bagi saya, seperti yang sampaikan tadi, dia wajib orang Bojonegoro asli,” tambah pria yang sudah memimpin LSM Suara Malowopati lebih dari 15 tahun itu.
Tak kalah pentingnya adalah mendorong SKPD menciptakan banyak terobosan, tidak hanya menunggu perintah saja, seperti yang saat ini terjadi. Yang sudah itukan memimpin sebuah Kabupaten yang tidak begitu memiliki uang, lha ini uang melimpah sampai lebih-lebih masak gak bisa menjalankan roda pemerintahan dengan mengutamakan keberpihakan pada masyarakat,” tambah pria 44 tahun itu dengan sedikit berang.
Mengutamakan komunikasi yang baik, seperti yang disampaikan salah satu pimpinan dewan, baginya tidak begitu penting.
” Siapapun bisa kok berkomunikasi, apalagi nantinya yang menjadi PLT Bupati adalah dari eselon ll A / ll B, soal komunikasi tentu sudah kenyang. Tapi ingat, jika terlalu mengutamakan komunikasi juga tidak baik bagi mekanisme kontrol yang dimiliki wakil rakyat, proporsional saja tidak perlu berlebihan,” ungkap Haryono dengan sedikit canda.
“Jadi lucu saja, wakil rakyat kok bilang PLT Bupati mendatang mengutamakan komunikasi yang baik,” Sama dengan memberitahu masyarakat kalau selama ini komunikasi dengan Bupati tidak begitu baik dong,” sanggahnya sambil menghisap rokok yang ada di jemarinya.
Yang pasti dinamika politik di Bojonegoro akan menjadi beda memasuki tahun politik ini ketika Bupati Ana Muawanah September mendatang sudah tidak menjabat lagi, dan digantikan oleh PLT yang tentunya ditunggu – tunggu masyarakat, siapa sosoknya.
Kenapa saya sampaikan PLT Bupati nantinya harus orang Bojonegoro Asli, “Ya kalau orang luar bojonegoro, sudah barang tentu dia harus belajar dulu berapa jumlah kecamatan, berapa jumlah desa, dimana letak kemiskinan, berapa luas lahan pertanian, bagaimana pertumbuhan ekonomi dan belanja warga, bagaimana kinerja SKPD nya, repot kan,” pungkasnya.









