Gelar Tokoh Inovatif Pemerintahan 2022 Kepada Plt Bupati Koltim Dianggap Terlalu “Lebay”

Investigasitimes.com, Koltim – Plt Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis mendapat penghargaan sebagai salah satu tokoh inovatif pemerintahan tahun 2022 pada ajang Sultra Award Kendari Pos.

Dalam situs Facebook (FB) Pemkab Kolaka Timur menyebutkan bahwa penghargaan diberikan langsung Direktur Kendari Pos Irwan Zainudin. Selain Azis, pada kesempatan itu diberikan pula penghargaan kepada tokoh-tokoh penting di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Turut hadir atau disaksikan sejumlah pejabat diantaranya Gubernur Sultra H Ali Mazi SH, Wakil Gubernur Sultra Dr H Lukman Abunawas SH MSi MH, Kajati Sultra Raimel Jesaja SH MH, dan lain sebagainya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Azis memperoleh penghargaan dikarenakan mampu memperbaiki jalan rusak, mampu memfasilitasi pembentukan Polres Kolaka Timur, mampu mendirikan satker mandiri Perkebunan dan Hortikultura di Koltim serta dalam APBD Perubahan 2022 tahun ini Azis memporsikan anggaran 1 juta per usaha untuk 1000 orang UMKM. Dan hebatnya lagi hal itu dilakukan Azis dalam kurun waktu satu bulan.

Sebagai warga masyarakat dan Ketua LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARAK) Koltim, Beltiar menilai bahwa pemberian penghargaan tersebut terlalu lebay (melebih-lebihkan sesuatu) dan tidak obyektif serta terlalu pagi buta (terlalu dini) bila dibandingkan dengan usia kepemimpinan Abdul Azis sebagai Wabup dan Plt Bupati Koltim.

“Stempel SK pelantikannya saja belum kering malah sudah dapat penghargaan yang luar biasa. Apa sih yang sudah diperbuat oleh Plt Bupati saat ini?Kami rasa belum ada sama sekali sehingga dinobatkan sebagai tokoh pemerintahan yang inovatif. Janganlah lebay atau terlalu berlebihan kalau mau menyanjung seseorang, harus obyektif jugalah. Jangan sekedar cari muka, mungkin karena beliau orang dekat gubernur sehingga diberikan gula yang bisa membuat si penerimanya bisa kena diabetes,” terang Ichy panggilan akrab Beltiar.

Menurut Ichy, jika penghargaan kepada Plt Bupati diberikan terkait pembangunan perbaikan jalan itu memang sudah ada dalam RPJMD visi misi bupati terpilih kemarin SBM. Lalu, “predikat penghargaan” yang lainnya juga belum terbukti di lapangan atau belum dilaksanakan, masih sebatas rencana.

Ichy menyebutkan, apa yang diwacanakan PLT Bupati itu memang sudah tupoksinya sesuai dengan Undang-Undang nomor 32 tahun 2004. Secara normatif tugas dan wewenang Plt Bupati disebutkan memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, mengajukan rancangan Peraturan Daerah (Perda). Menetapkan Perda yang telah mendapatkan persetujuan bersama dengan DPRD, menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas lalu ditetapkan bersama.

Selanjutnya, mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah, mewakili daerahnya di dalam dan diluar pengendalian serta dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai peraturan perundang-undangan. Dan terakhir, melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Jika penghargaan kepada Plt Bupati diberikan terkait pembangunan perbaikan jalan itu memang sudah ada dalam RPJMD visi misi bupati terpilih kemarin SBM. Lalu, predikat penghargaan yang lainnya juga belum terbukti di lapangan atau belum dilaksanakan, masih sebatas rencana.Kalau tolak ukur pemberian penghargaan seperti itu, wah semua daerah bisa juga dapat penghargaan. Jika sudah terjadi bolehlah (diberi penghargaan), ini kan masih sebatas wacana saja dan belum terjadi. Kerja sajalah dulu nanti masyarakat Koltim yang menilai. Saya sih berharap agar Plt Bupati kita bisa meraih penghargaan yang banyak kedepannya, akan tetapi penghargaan yang diperoleh tersebut harus betul-betul obyektif,” tuturnya.

“Jangan hanya karena beliau pejabat atau karena faktor kedekatan kita terhadap beliau sehingga membuat beliau terlena dengan penghargaan yang kami anggap belum layak diberikan. Kepada Plt Bupati juga kami menitip harapan agar tidak mudah menerima penghargaan yang bisa menimbulkan pertanyaan publik dan tidak menguntungkan bagi bapak secara politik. Jadilah pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat Koltim disanjung secara alami karena kerja keras dan kerja nyata bapak,bukan atas sanjungan ada udang dibalik batu,” sambung Ichy.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *