Investigasitimes.com, Koltim – Cerita tentang kerusakan jalan poros Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) seakan tak ada habisnya.
Meski Pemerintah Daerah (Pemda) berupaya melakukan maintenance pasca demo blokade warga yang mengatasnamakan dari Gerakan Mencari Solusi Terbaik (Gemast) Desember 2022, akan tetapi hal itu tak cukup ampuh mengobati penderitaan para pengguna yang selalu melintas di jalur poros Kecamatan Ladongi.
Disamping “mencibir” soal debu yang ditimbulkan, sebagian warga pula diresahkan oleh kondisi jalan yang kembali berlubang bagaikan “rak telur”.
Perbaikan jalan poros Kecamatan Ladongi memang masuk dalam daftar janji yang katanya bakal diperjuangkan oleh Plt Bupati Koltim,Abdul Azis SH MH.
Ketika Azis menemui warga yang mengatasnamakan dirinya dari Gerakan Mencari Solusi Terbaik (Gemast), bulan Desember 2022, Ia menggelorakan akan memperjuangkan perbaikan tersebut.
“Yang disampaikan ini (tuntutan) adalah kata-kata. Dan mudah-mudahan diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Dan saya berkeyakinan dengan dukungan kita semua, keyakinan yang kuat, dibawa dengan ikhtiar dan kemampuan paling terendah manusia maka Insha Allah ada intervensi Tuhan untuk bisa membenahi jalan kita. Dan saya hari ini bertandatangan bersama orang-orang tua saya yang ada di Kolaka Timur, kita perjuangkan bersama-sama jalan ini,” ucap Azis.
Namun, sampai kondisinya berlubang atau bergelombang kembali, ungkapan yang pernah dilontarkan Azis kepada warga Gemast belum juga terbukti.

Adapun tuntutan warga Gemast kala itu:
1. Menuntut janji Gubernur Sultra, Ali Mazi SH untuk memperbaiki jalan poros Ladongi-Lambandia
2.Menuntut Plt Bupati Abdul Azis untuk memastikan perbaikan ruas jalan poros Ladongi-Lambandia
3.Menuntut anggota DPRD Provinsi dapil Kolaka Raya dan DPRD Kabupaten Koltim untuk mengawal aspirasi masyarakat Koltim secara tuntas
4. Menuntut Dinas PU Provinsi dan PU Kabupaten untuk segera melakukan maintenance perbaikan ruas di sepanjang jalan poros Ladongi-Lambandia selambat-lambatnya di bulan Desember 2022
5.Menuntut Plt Bupati Koltim untuk mengkomunikasikan relokasi anggaran provinsi terkait perbaikan jembatan Lambandia selambat-lambatnya tahun 2023
Karena beberapa poin “hilal janji” Plt Bupati Azis belum terlihat,maka warga pun berupaya mengingatkan orang nomor satu di Kabupaten Koltim tersebut melalui media sosial. Kerusakan jalan yang ada, bahkan tak ubahnya “dianggap” sebagai tempat sirkuit (arena) balap motor trail.
“SIRKUIT TRAIL KEC. LADONGI KOLAKA TIMUR SULAWESI TENGGARA,” demikian caption yang ditulis akun Facebook, Rustam Ependi Rusli. Dalam postingannya itu, akun Rustam Ependi Rusli juga turut menampilkan foto kondisi jalan poros Kecamatan Ladongi yang sangat memperhatikan.
“ngeriii jg sirkuitmu ketua,” sahut akun Jumiadin Abas
“Konon mau di timbun dn di greder realitanya langsung dorong sj kk,”tulis Tafsirul Anam Anam
“Biasanya hujan meninggalkan “KENANGAN” ini malah meniggalkan “GENANGAN”….😃,”ucap akun Aphalah Arty Sebuah Nhama
“Mantap kata2nya mewakili perasaan ku saat ini hampir tiap Minggu lewat d situ,” sahut Rudhy Tabuty
“Buruan daftar😂😂😂,” celoteh akun Darmin T
“Bisa sdh tuh, undang bupati buat peresmian sirkuitnya 😊,” kata akun AnekaComputer Kendari
“Klo tdk salah waktu jembatan ladongi diblockade terkait ini sdh ada janji katanya bulan 3 ?????,” akun Bio Bouna bertanya-tanya
“Klu sekarang semuanx bagus 2024 kehabisan judul kang,” cuit akun Yusuf
“Tahun ini ada pengaspalan +- 9 KM aspirasinya anggota DPR RI yang dari wanci di bawa ke Koltim (info teman Ridowan Djaya),” ungkap akun Mastukidun
“Saya kira di Lampung🤭🤭,” akun Antho Give menanggapi.
“Sangat mengenaskan….sesama anak daerah turut prihatin bosku….,” ujar akun Razky Teknisi
“SDH jamannya.mencibirpun tiada arti.sebab lengkingan itu tiada akan pernah terdengar kan,” kesal akun Sulaiman Ambo Sakka.
“Sdh hal yg biasa,stiap ad pj Bupati yg baru digeleder mi itu jln nmun stlah dilantik dibiarkan aj,” balas akun Nyoman Aria Yudanta
“Sangat memprihatinkan jalan di ladongi smpai hari ini belum di aspal,” koar akun Wahid Hasyim
“Viralkan lah di tiktok kayak daerah Lampung,” ucap akun Sulviana.
Kerusakan jalan poros Ladongi “sepertinya” kurang mendapat perhatian serius. Paling tidak, Pemda Koltim melakukan clearing lagi sehingga tidak kembali membiarkannya bergelombang bagaikan rak telur.
Setidaknya pula, ketika musim kemarau, diupayakan dilakukan penyiraman, sehingga para pengguna jalan khususnya pengendara roda dua tidak lagi selalu disuguhi “menu” debu saat melintas.
Berdasarkan pantauan media ini, Pemda Koltim malah kelihatannya lebih sibuk memperbaiki jalur kompleks perkantoran (patching aspal) yang diduga rencananya mau dijadikan sebagai arena road race, memeriahkan HUT Sultra ke-59.









