Investigasitimes.com, Koltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menyelenggarakan workshop pengembangan, pemajuan lembaga adat dan pelatihan pengelola pelaku budaya/tolea pabitara di Farm Baros House, Kamis (7/9).
Kegiatan workshop dibuka oleh Plt.Bupati Koltim, Abdul Azis, didampingi Kepala Dinas Dikbud, Syarif,Ketua TP PKK,Hartini Azis, tokoh adat. Adapun pemateri yang dihadirkan dari Universitas Halu Oleo (HO) Kendari, serta dari Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Azis menyampaikan warisan budaya merupakan keragaman dalam kehidupan masyarakat yang memiliki history sehingga perlu dilindungi dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Kolaka Timur adalah daerah yang kaya akan seni dan budaya lokal sehingga objek dan potensi tersebut perlu digali, dibangun dan dikembangkan agar semakin menampakkan identitas yang tak ternilai harganya.
“Kehidupan masyarakat dapat hidup rukun dan berdampingan karena nilai adat budaya kita bersama. Seperti pada kalosara masyarakat Tolaki dengan prinsip atau pedoman hidup dalam bermasyarakat yaitu barang siapa yang menghargai adat maka dia akan dimuliakan. Tapi barang siapa yang tidak menghargai adat maka dia tidak akan dihargai,” katanya.
Azis berharap, kegiatan workshop dapat menjadi pencapaian hasil pokok pikiran (ide) dalam menumbuhkembangkan kebudayaan daerah serta dapat menjadi pedoman dalam mencapai tujuan dan strategis kemajuan daerah.

Ia menambahkan, bahwasanya Pemerintah Daerah Koltim telah mendesain pembangunan rumah adat bahkan telah menyediakan lahannya. Rumah adat ini berfungsi untuk mewujudkan ide,mengkonsepsikan hal-hal pada kehidupan sosial bermasyarakat. Sehingga, dengan demikian dapat sejalan dengan visi-misi pemerintah Kabupaten Koltim tentang peningkatan kualitas SDM berbasis ajaran agama,IPTEK,budaya lokal serta pembinaan dan pemberdayaan kepemudaan-olahraga dan seni budaya.
“Ini merupakan terobosan pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah sejahtera bersama masyarakat yang terus berinovasi menguatkan pencapaian visi misi pemerintah daerah tahun 2021-2026.Dengan keragaman yang ada dan berbeda mari kita bisa bersama-sama bersatu, bersinergi, bahu-membahu membangun Kolaka Timur,” ucap Azis.
Sementara Plt. Dikbud Koltim, Syarif mengutarakan bahwa tujuan dari kegiatan workshop adalah untuk bagaimana bersama-sama memajukan kebudayaan di Kolaka Timur, mempererat tali silaturahmi antar lembaga adat di Koltim, serta mencari pemahaman tentang tata pengelolaan lembaga adat di Kolaka Timur.
Disebutkan, peserta yang mengikuti workshop adalah para tokoh adat dan pengelola lembaga adat,serta dari pengelola kesenian yang ada di Kolaka Timur.
Kegiatan workshop juga diwarnai dengan penyerahan baju adat tolea atau kalosara kepada 31 orang tokoh adat. Serta, penyerahan bantuan dana hibah kepada empat lembaga adat senilai Rp. 40 juta dan bantuan dana hibah kepada 5 sanggar seni senilai Rp 20 juta.









