Ancaman Banjir Satu Dekade di Konut, Bupati Ruksamin dalam Kecemasan

Investigasitimes.com, Koltim – Kabupaten Konawe Utara (Konut) merupakan salah satu daerah yang rentan jadi intaian banjir, banyaknya aktivitas pertambangan nikel dan telah menggunduli hutan tentu sangat berpotensi mendatangkan banjir besar atau banjir bandang. Sebab beberapa wilayah hutan yang ada sudah tak lagi memiliki pohon yang cukup dalam menyerap air hujan.

Potensi akan datangnya banjir kedepan juga menjadi kecemasan yang mendalam bagi Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin.

Melalui kegiatan rapat penetapan APBD Konut tahun 2025 dan penetapan Perda penyertaan modal kepada PT. Bank Sulawesi Tenggara, Selasa (31/12/2024) kemarin, Bupati Ruksamin mengingatkan sekaligus menitip pesan atau harapan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk harus matang dalam hitungan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Ruksamin mengurai “kenangan” cerita fakta banjir yang terjadi di kabupaten Konawe Utara. Dimulai dari lembaran banjir pada tahun 1976.

“Yang saya dengar itu banjir terjadi pada tahun 1976. Dan banjir yang saya rasakan pada tahun 1986. Kemudian tahun 1996 saat saya sudah di Makassar. Yang saya terlibat langsung tahun 2006 (dalam menangani banjir). Saat itu kita relokasi Desa Kota Mulia. Kemudian banjir pada tahun 2016, tapi lebih besar tahun 2019,” kenang Bupati Ruksamin.

Kepala BPBD Konut, NS Muh. Aidin, S.Kep, MM

Dengan melihat fenomena siklus banjir satu dekade (selama 10 tahun), kata Bupati Ruksamin harus menjadi perhatian serius, bisa lebih ekstra hati-hati lagi dalam melakukan tindakan persiapan dan pencegahan karena tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi pada tahun 2026 mendatang (hitungan siklus satu dekade dari 2016-2026).

“Olehnya itu, saya minta kepada pak Sekda agar di awal tahun 2025 bisa diagendakan rapat khusus bersama baik itu dari Basarnas,Polres,Dandim bahkan dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) dan juga dari prasarana pemukiman dalam penanganan banjir ini. Supaya mitigasi kita tepat kedepannya.Kita juga bisa melihat secara bertahap, pembangunan Bundaran Central Budaya Daerah (CBD) Konasara sudah akan hampir selesai atau sudah masuk tahap finishing. Walaupun di tahun anggaran 2025 kita masih membutuhkan anggaran untuk menyelesaikannya,” ucap Ruksamin.

“Saya khawatir, jika itu sudah selesai kita bangun, kemudian tahun 2026 kira kedatangan banjir. Ini justru membuat kita harus sangat hati-hati. Saya titip ini agar menjadi perhatian kita bersama. Terkhusus untuk pembangunan kita yang ada di Kabupaten Konawe Utara. Ini menjadi perhatian khusus kita supaya dalam APBD kita ini yang sudah ditetapkan itu bisa mencakup walaupun tidak sepenuhnya. Tapi pada intinya, bahwa kita sudah memulai untuk tidak terlambat dalam menyikapi hal-hal yang kemungkinan besar akan terjadi,” tambanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Konut, NS. Muh Aidin, S.Kep, MM ketika dikonfirmasi di pelataran parkir kantor Bupati Konut mengatakan, bahwa pesan yang disampaikan Bupati Ruksamin dalam rapat penetapan Perda APBD 2025 dan Perda penyertaan modal bagi PT Bank Sulawesi Tenggara adalah untuk mengingatkan bahwa mitigasi kami harus siap dan mantap dalam menghadapi musim banjir 10 tahunan.

“Sambil mempersiapkan semuanya karena banjir 10 tahunan itu yang diantisipasi sama dengan banjir yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dan, sebagai bentuk dari kesiapan yang kami lakukan adalah dengan aktif melakukan pemantauan atau monitoring serta koordinasi. Intinya,kami selalu siap 24 jam,” ujar Aidin.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *