Investigasitimes.com, Koltim – Di bulan Agustus lalu, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama tahun 2022, di hotel Claro Kendari. Kegiatan ini cukup banyak menelan anggaran negara.
Puluhan Aparat Sipil Negara (ASN) Koltim turut andil mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berpacu untuk memperebutkan 12 kursi lowong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tersedia.
Meskipun sudah selesai dilaksanakan, namun sampai saat ini belum diketahui seperti apa hasil (output) dari kegiatan tersebut. Para peserta asesmen pun dibuat jadi bertanya-tanya dan penasaran.
Rasa penasaran itu semakin menjadi ketika beredar pesan berantai berisi nama-nama peserta tiga terbaik hasil asesmen. Banyak birokrat yang menduga bahwa itu adalah rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
“Asesmen yang kami ikuti kemarin luar biasa, betul-betul ketat, rumit dan sulit. Kenapa tahapannya begitu profesional tapi outputnya “abal-abal”. Kenapa saya bilang begitu karena sampai sekarang tidak jelas hasilnya,” ucap kesal seorang peserta asesmen yang enggan disebutkan namanya.
“Beberapa waktu lalu, ada pesan melalui WhatsApp (WA) yang kami terima. Dan saya sempat menanyakan hal itu kepada Plt BKPSDM (Abraham). Katanya (kata Abraham) dia belum tau soal itu (diduga rekomendasi KASN) apalagi sampai sekarang belum ada secara resmi diterima BPKSDM. Makanya dia (Abraham) anggap belum ada, berarti nama-nama tak “bertuan” itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Memang parah kalau benar seperti itu, mengapa?Sebab ada nama satu peserta bisa keluar di dua instansi. Sangat tidak logis (masuk akal),” sambungnya.
Output dari seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama lingkup Pemerintah Kabupaten Koltim tahun 2022 hingga kini menyisakan kontroversi.
Plt Bupati Koltim, Abdul Azis yang dikonfirmasi beberapa hari kemarin soal “status” asesmen mengaku belum mendapat laporan tertulis dari panitia seleksi (pansel) dalam hal ini BKPSDM.
“Kita masih menunggu ini (rekomendasi KASN maupun Kemendagri). Belum ada hasilnya. Kemarin ini saya kan estafet. Saya tidak tau karena proses asesmen kan sudah berjalan, katanya sudah ada nama tiga besar. Kita sementara menunggu. Lebih cepat lebih bagus. Kalau sudah ada, maka kita proses,” ungkap Azis.
Abraham selaku Plt BKPSDM yang kebetulan bersamaan dengan Abdul Azis ketika dipertanyakan perihal perkembangan hasil asesmen mengatakan dengan singkat bakal segera ke KASN untuk mempercepat hasil seleksi terbuka yang pernah dilaksanakan sebelumnya.









