Investigasitimes.com, Kediri – Adanya pemberitaan di media lokal yang memberitakan adanya penari Striptis dan pelajar yang mendatangi Caffe Neo yang berlokasi di Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri beberapa saat yang lalu diluruskan dibantah oleh Owner Caffe Neo Group.
Sudarsono (48) warga Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo Kediri yang akrap disapa Mas Dar saat press conferensi disebuah Caffe terkenal di kediri menjelaskan, tidak benar dan salah kalau di Caffe Neo Group itu menyediakan penari striptis/ada tarian striptis dan sering didatangi oleh para pelajar.
“Saya menjelaskan kepada masyarakat luas biar tidak terombang ambing dengan berita yang tidak benar. Kami sebagai pemilik Caffe Neo Group mengatakan, tidak ada dan tidak mungkin aturan yang sudah dibuat dan terpampang kami langgar,” jelasnya.
“Dalam peraturan yang sudah lama di pasang menerangkan point pointnya diantaranya tidak boleh membawa/memakai obat obatan terlarang (Narkoba) dan sejenisnya, tidak boleh membawa pemandu lagu (LC) dari luar, tidak boleh berbuat/bertindak Asusila, tidak boleh membawa sajam maupun senpi, tidak boleh membuat keonaran, anak dibawah umur (pelajar) tidak boleh dan dilarang masuk ke lokasi. Itu sudah sangat jelas mas,” ucapnya, Rabu (1/6/2022) siang.
Selain itu saya pertegas lagi, bahwa Caffe Neo Group itu saya yang memiliki dan sekaligus sebagai pengelolanya bukan orang lain. Saya juga pastikan dan luruskan bahwa Standard operasional prosedur (SOP) di kami tetep bisa berjalan dengan lancar,” tegasnya.

Lanjut Mas Dar, terkait adanya penggerebekan oleh APH dari Surabaya pada hari Senen, (23/5/2022) malam menerangkan kronologinya, saat itu ada tamu yang datang ke Caffe, dia minta tolong kepada karyawan kami untuk dicarikan pemandu lagu (LC) menemani bernyanyi diroom 19. Karena dia minta tolong kepada karyawan ya dicarikan LC seperti apa yang dia inginkan.
“Tamu kan raja to mas…ya karyawan kami mencarikan apa yang dia minta. Eh tahu tahu ada sekitar lima APH yang datang menggerebek…!!!,” tegasnya.
Apakah tamu yang minta tolong itu merupakan pelanggan tetap Caffe Neo, dia mengatakan bukan.
“Karena kalau pelanggan pasti saya tahu dan kenal. Ini masih dalam penelusuran dan pengecekan lewat CCTV yang ada,” terangnya.
Tambah Sudar, kalau ada masyarakat yang ingin tahu informasi seluk beluk Caffe Neo Group kami siap menerimanya, saran dan masukan dari siapa saja kami persilahkan langsung datang pada kami.
“Kami selalu siap memberikan keterangan tentang Caffe Neo group sehingga informasinya langsung dari kami bukan dari orang lain yang tidak tahu pasti apalagi itu kabar burung yang tidak benar apalagi Opini publik. Monggo datang langsung saja pada kami, sehingga Nara sumbernya jelas,” bebernya.
Saat ditanya adanya alat kontrasepsi berupa kondom di lokasi, Sudarsono mengatakan, kami tidak mengetahui hal tersebut sebab saat kami ada di situ semua sudah pada keluar dihalaman.
Dia juga menjelaskan, saat penggerebekan tersebut ada delapan orang yang sempat dibawa ke Surabaya, yakni empat orang laki laki, satu karyawan perempuan dan ada tiga LC. Sampai saat ini masih ada dua orang karyawan kami masih diamankan oleh APH di Surabaya yakni DK dan AF, “pungkasnya.









