Investigasitimes.com, Kediri Raya – Adanya berita yang sempat beredar di Kabupaten Kediri bahwa ada Caffe yang menyediakan tarian Striptis dan digerebek beberapa saat yang lalu hanya isapan jempol belaka. Seperti telah diberitakan oleh beberapa media bahwa Caffe Neo yang berlokasi di Desa Sambirejo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri digerebek oleh Aparat Penegak Hukum (APH), Senin (23/5/2022) malam, karena diduga menyediakan penari striptis dibantah oleh pemilik Caffe Neo.
Menurut Sudarsono mengatakan, tidak benar bahwa di Caffe Neo ada tarian Striptis.
“Kami sebagai pemilik Caffe Neo meluruskan adanya pemberitaan dibeberapa media, bahwa di Caffe kami menyediakan penari striptis. Pemberitaan itu tidak benar karena kami sebagai pemilik selalu menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap para karyawan dan para pengunjung,” ucapnya, Senin (30/5/2022) pagi.
Kronologinya begini, saat itu ada tamu yang datang ke Caffe, dia minta tolong dicarikan pemandu lagu kepada karyawan untuk menemani bernyanyi di room 19.
“Terkait pemberitaan adanya penari striptis di room itu tidak ada. Tidak benar..!!! Aturannya sudah jelas dan tidak diperbolehkan. Kami sebagai pemilik selalu pesan wanti wanti kepada semua karyawan dan para tamu untuk tidak melakukan hal hal yang melanggar aturan hukum dan memang kami menerapkan aturan yang sangat ketat untuk tidak melanggar aturan hukum, “terangnya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar menambahkan, Caffe Neo itu sudah ada aturan baku yang harus dilaksanakan oleh karyawan dan semua pengunjung seperti melarang pemakaian obat obatan “Narkoba”, tari striptis, dan lainnya.
“Jika ada yang melanggar sangsinya berat, mereka langsung dikeluarkan dari pekerjaannya, “tegasnya
Terkait adanya alat kontrasepsi berupa kondom, Sudarsono mengatakan, kami tidak mengetahui hal tersebut sebab saat kami ada di situ semua sudah pada keluar dihalaman. Jadi saya ulangi lagi bahwa jika ada penari Striptis di Caffe Neo itu tidak benar sama sekali.
“Saat penggerebekan tersebut ada delapan orang yang sempat dibawa ke Surabaya, yakni empat orang karyawan laki laki, satu karyawan perempuan dan ada tiga LC. Sampai saat ini masih ada dua orang yang masih diamankan oleh APH di Surabaya yakni DK dan AF,” pungkasnya.









