Kalau Kabag Umum Kuat-Kuatan Diam Soal HP “Sultan”, Bendahara Barang Justru Enteng “Berkicau”

Investigasitimes.com, Koltim – Ada sisi menarik dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan oleh pihak DPRD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terkait pengadaan Handphone (HP) “Sultan” bermerek Samsung Galaxy, yang diduga buat oknum pejabat Koltim.

Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda), Jusrin Jalil saat dikonfirmasi wartawan pasca keluar ruangan mengikuti RDP secara tertutup, memilih diam. Sama sekali tidak mau berkomentar perihal HP Samsung yang tengah viral saat ini.

Sambil berjalan menuju keluar, ia mengunci mulut dan sengaja tidak menghiraukan sejumlah pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.
Sampai-sampai, untuk bisa cepat lolos dari kejaran pertanyaan wartawan, Jusrin Jalil terlihat salah jalan menuju pintu keluar.

Dikiranya, dapat keluar melalui pintu yang berada dari arah samping ruang komisi, padahal nyatanya terkunci. Sehingga, ia harus berjalan kembali ke jalur dimana awalnya ia masuk menuju ruang komisi II.

Sambil dibuntuti dan dilayangkan pertanyaan, tetap saja Jusrin Jalil bungkam mengenai pengadaan HP Samsung senilai Rp.177 juta. Dengan cepat-cepat melangkah ia berjalan menuju mobilnya.

Meskipun Jusrin Jalil begitu kuatnya untuk bertahan pada posisi diam ketika ditanya wartawan, akan tetapi dari sisi “belakang” justru Bendahara Barang Edison S.Sos sangat enteng “berkicau”.

Edison mengungkapkan, apabila dirinya tidak melihat barang berupa 6 buah HP Samsung senilai ratusan juta pada saat akan menandatangani berita acara pemeriksaan barang.

Baca Juga : Soal Pengadaan HP “Sultan”, Ini Tanggapan Kabag Umum, Jusrin Jalil https://investigasitimes.com/times/2024/06/07/soal-pengadaan-hp-sultan-ini-tanggapan-kabag-umum-jusrin-jalil/

“Waktu saya disodorkan berita acara, saya lihat tinggal saya yang belum bertandatangan. Saya tidak sempat cek lagi barangnya karena dia bilang Mardamin (selaku penyedia barang) tanda tangan saja ini sudah perintah pimpinan,” kata Edison.

Pengadaan 6 buah HP Samsung yang dibandrol harga untuk satu buah sebesar Rp. 29,5 juta memang cukup mengundang perhatian publik. Pasalnya, HP “Sultan” ini dibeli menggunakan fulus dari APBD Koltim tahun 2024.

Sesuai hasil RDP terungkap jika HP itu ada dan masih berada “ditangan” bendahara Bagian Umum Setda. Itu menurut Jusrin Jalil.

Namun, untuk memastikan kebenaran dari informasi tersebut, awak media mencoba mendatangi kantor Bagian Umum sekitar 13.30 WITA (usai RDP) guna melakukan konfirmasi langsung kepada bendahara Bagian Umum.

Akan tetapi, sangat disayangkan malahan kantor Bagian Umum sudah dalam kondisi terkunci. Tak ada satu orang pun stafnya terlihat. Padahal ketika itu masih dalam kondisi jam kantor.

Awak media yang mencoba menghubungi nomor ponsel Bendahara Bagian Umum untuk menanyakan apakah HP Samsung yang diadakan itu ada padanya. Akan tetapi, nomor ponselnya tidak aktif.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *