Investigasitimes.com, Bojonegoro – Ademos dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan Soft Launching Wisata Pring Beged, salah satu wisata berbasis wisata hutan bambu yang berada di Desa Beged Kec. Gayam Kab. Bojonegoro.Pring Beged adalah bagian dari realisasi komitmen EMCL melalui PPM EMCL yang bersinergi penuh dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Tetapi sekarang kondisi wisata pring beged sangat memprihatinkan. Pasalnya, wisata tersebut yang nantinya menjadi pemutaran ekonomi, destinasi wisata bambu dan menjadi lumbung penghasilan baru bagi warga Desa Beged, sekarang tidak terawat dan terbengkalai,hal ini sangat disayangkan sekali.
saat soft launching destinasi wisata pring beged, Rabu (27/01/21) tersebut Kepala Desa Beged, Erdino Trihandoyo mengundang Bupati Ana Muawannah, Camat Gayam. Ir. Agus Hariana Panca Putra,M.SI, Ketua Ademos Muhammad Khundori,Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bojonegoro Budiyanto, S. Pd
Saat awak media mendatangi kediaman Kepala Desa (Kades) Beged perihal mandeknya wisata ”pring beged”, Kades sedang tidak di rumah, sedangkan ketua Ademos Muhammad khundori saat di hubungi awak media via WhatsAap belum ada jawaban sampai saat ini.
Mandeknya destinasi wisata ”pring beged” tersebut belum bisa diketahui, dan berapa besaran anggaranya yang didanai dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) juga belum bisa diketahui, pasalnya sampai saat ini yang dimintai keterangan tidak ada jawaban sama sekali dan terkesan tertutup.
Awak media masih menginvestigasi dan mengumpulkan berita dari sumber-sumber tersebut, guna untuk mengetahui sebab mandeknya destinasi wisata pring beged dan jumlah besaran anggaranya.









