Dugaan Kecurangan Pilkades Pembeyoha, Ditemukan 35 Orang Pemilih Mendadak Pindah Domisili di Bulan Maret

Investigasitimes.com, Koltim – Dugaan kecurangan pemilihan kepala desa (pilkades) Pembeyoha, Kecamatan Ladongi kembali ditemukan Ketua LSM Barak Kolaka Timur, Beltiar.

Kepada media ini, Beltiar menyampaikan, bahwa sepuluh bulan sebelum pelaksanaan pemilihan kepala Desa Pembeyoha dilaksanakan, diduga telah terjadi permainan mobilisasi pemilih dengan merubah KTP dan KK-nya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Koltim.

“Jadi pada bulan Maret 2022, ada 35 orang warga dari desa atau kelurahan tetangga secara bersamaan pindah ke Desa Pembeyoha,” katanya, Minggu (25/12/2022)

Beltiar merincikan, ke-35 orang pemilih itu berasal dari Kelurahan Atula sebanyak 19 orang, Kelurahan Ladongi Jaya sebanyak 9 orang, Kelurahan Welala 3 orang, Desa Wungguloko sebanyak 3 orang, Desa Lamoare 1 orang, serta Desa Lowa 1 orang.

“Ini data sementara yang kami dapatkan. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan dugaan mobilisasi pemilih dari desa tetangga lainnya seperti Desa Tokai dan Desa Polenga Jaya. Kami masih mau menelusurinya,” ujar Beltiar

Berdasarkan data yang dipegang Beltiar (sementara waktu), dugaan gelombang mobilisasi pemilih paling banyak datang dari Kelurahan Atula dengan jumlah mencapai 25 orang. Disusul dari Kelurahan Ladongi Jaya sebanyak 13 orang.

Selanjutnya Kelurahan Welala 6 orang, Desa Wungguloko 6 orang, Desa Mokupa 2 orang, Desa Penanggo Jaya 2 orang, Desa Tokai 3 orang, Desa Lamoare,Desa Lowa, dan Desa Polenga Jaya masing-masing 1 orang.

Lurah Atula, Nurhayati belum berhasil dikonfirmasi terkait 25 orang warganya yang secara “mendadak” pindah domisili di Desa Pembeyoha sebelum Pilkades dilaksanakan.

Saat dihubungi Minggu (25/12) melalui sambungan telepon, Nurhayati belum bersedia mengangkat panggilan telepon (keadaan aktif) dari media ini.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *