Investigasitimes.com, Koltim – Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Lalowura, Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melaksanakan sidang pleno terbuka penetapan dan pencabutan nomor urut bagi dua Calon Kepala Desa (Cakades), di aula pertemuan kantor desa Lalowura, pada Minggu (13/11/2022) 08.30 WITA.
Pilkades serentak Kabupaten Koltim khususnya Desa Lalowura hanya memiliki dua calon (head to head) untuk masa jabatan 2023-2029. Kedua cakades tersebut adalah Anharu sebagai petahana dan Baharuddin yang juga purnawirawan TNI sebagai penantang.
Selain dari kedua cakades, sidang pleno ini juga dihadiri oleh Babinkamtibmas Loea, Aipda Rusdiaman, Babinsa Lalowura, Serda Tallasa, tokoh masyarakat,tokoh pemuda,tokoh perempuan serta para pendukung dari masing-masing calon.
Dalam pencabutan itu, petahana Anharu mendapatkan nomor urut 1 sedang penantang sekaligus purnawirawan TNI, Baharuddin mendapat nomor urut 2. Setelah pencabutan nomor urut agenda pleno selanjutnya pembacaan atau pemapat visi-misi oleh masing-masing cakades.

Ketua PPKD Lalowura, Bustam mengatakan, pleno yang mereka lakukan juga sekalian dengan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Lalowura.
“Jumlah DPT Desa Lalowura yang telah kami tetapkan sebanyak 536 dari 537 DPS. Kami berharap agar pilkades serentak khususnya di Desa Lalowura bisa berjalan aman, lancar dan tertib. Masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Mari kita bersama-sama menciptakan pilkades di desa kita ini secara jujur dan adil,” pinta Bustam.
Sementara itu, Ketua BPD Lalowura, Supriadi menyampaikan bahwa, pelaksanaan hari H pemilihan kepala desa dimajukan dari sebelumnya tanggal 22 Desember menjadi 19 Desember 2022.
“Mudah-mudahan pilkades Lalowura dapat berjalan lancar aman dan damai. Tidak ada gesekan diantara sesama pemilih ataupun pendukung dari masing-masing cakdes. Siapapun cakades yang terpilih nantinya sudah itulah pilihan terbaik. Mari saling menjaga hubungan silahturahmi, jangan mudah termakan oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab dan dapat memecah belah persaudaraan kita,” harap Supriadi.









