Investigasitimes.com, Kolaka Timur — Rencana pembentukan tim terpadu yang digadang-gadang bakal menjadi solusi atas polemik tambang di Desa Taore, Kecamatan Aere, rupanya belum juga terealisasi.
Menurut Plt. Kasat Pol PP Koltim, Alpian, draft tim terpadu sebenarnya sudah rampung sejak Minggu lalu.
Namun, hingga kini dokumen tersebut belum bisa difinalisasi karena tertahan di meja Sekretaris Daerah (Sekda) Koltim, La Fala, yang diketahui sedang mengikuti kegiatan retreat Sekda se-Indonesia bersama Kepala Bappeda Koltim.
“Draft tim sudah siap sejak minggu lalu. Tinggal menunggu tanda tangan Pak Sekda untuk bisa dilanjutkan ke Plt Bupati,” ujar Alpian, Kamis (30/10/2025).
Ia menjelaskan, sesuai mekanisme administrasi, sebelum ke Plt Bupati, dokumen pembentukan tim terpadu harus terlebih dahulu ditandatangani oleh Sekda sebagai pejabat pengendali administrasi pemerintahan daerah.
Karena belum ada tanda tangan tersebut, Plt Bupati Koltim pun dikabarkan belum mengetahui perkembangan terbaru soal tim terpadu ini.
“Kalau Pak Plt Bupati jelas belum tahu, karena memang berkasnya belum naik ke beliau. Kita masih menunggu Pak Sekda kembali dari kegiatan retreat,” tambah Alpian.
Sekedar diketahui, kegiatan retreat yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri berlangsung pada 26 Oktober hingga 29 Oktober 2025, bertempat di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.
Tercatat sebanyak 552 Sekretaris Daerah, terdiri atas 38 Sekda Provinsi dan 514 Sekda Kabupaten/Kota, serta 552 Kepala Bappeda, yang terdiri atas 38 Kepala Bappeda Provinsi dan 514 Kepala Bappeda Kabupaten/Kota, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antar daerah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika pembangunan nasional.









