Investigasitimes.com, Koltim – Proyek swakelola pembangunan jembatan Desa Lere Jaya, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) tahun 2023 senilai Rp.682.363.000 ternyata telah diputus kontrak.
Meskipun demikian, namun anehnya masih ada saja aktivitas pekerjaan yang terjadi di lokasi proyek.
Keterangan seseorang menyebutkan bahwa, dua hari lalu masih dilakukan pengangkutan dan pembongkaran bahan material berupa semen dan besi di lokasi proyek. Bahkan sampai dengan hari ini.
Rencananya, semen dan besi tersebut digunakan untuk pengecoran pada minggu depan.
Kepala Desa Lere Jaya yang dikonfirmasi melalui WA juga mengakui bila ada aktivitas perakitan besi di lokasi pembangunan jembatan.
“Kemarin masih ada pak (aktivitas pekerjaan). Merakit besi.Terkait info lebih jelas pak, kita konfirmasi ke PPK atau pelaksananya,”tulisnya
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim, Dewa Made Ratmawan menjelaskan, pemutusan kontrak dilakukan pada Jumat,29 September 2023 kemarin .
“Tidak ada penambahan waktu. Berdasarkan SPK (Surat Perintah Kerja) swakelola sampai tanggal 26 Desember 2023. Dan kami telah terbitkan surat pemutusan pada 29 Desember 2023,”kata Dewa Made Ratmawan saat dikonfirmasi wartawan media ini melalui WhatsApp (WA), Selasa (16/1/2024) malam
“Berhubung setelah waktu pemutusan, kita memasuki libur tahun baru dan setelah itu lanjut dengan persiapan perayaan HUT Koltim, maka kami baru dapat mengagendakan langkah selanjutnya untuk tindaklanjutnya. Rencana kami akan lakukan pemeriksaan bersama Minggu depan ini. Karena minggu ini kami masih persiapkan persuratannya. Mungkin itu yang dapat kami sampaikan untuk saat ini pak,”sambungnya lagi
Beberapa kali diajukan pertanyaan konfirmasi tentang adanya pengangkutan semen dan besi sampai dengan dirakitnya besi (diduga untuk pengecoran), Dewa Made Ratmawan terkesan “menghindar”, tak mau memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.









