Agenda Pemda Koltim Turun ke Tambang Taore Hanya jadi “Omon-Omon”

Investigasitimes.com, Kabupaten Koltim – Wacana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) untuk turun ke lokasi tambang nikel di Desa Taore, Kecamatan Aere masih sebatas ucapan tanpa realisasi.

Hingga saat ini, tak satupun pejabat daerah yang terlihat meninjau lokasi tambang milik PT Toshida Indonesia, sebuah perusahaan yang kini tengah menjadi sorotan publik karena aktivitasnya dinilai sarat masalah.

Padahal, sebelum pertemuan antara Pemda Koltim dan pihak PT Toshida beberapa waktu lalu, Plt Bupati Koltim, Yosep Sahaka sempat menyatakan dengan tegas bahwa pemerintah daerah akan segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan adanya aktivitas pertambangan di wilayahnya (Desa Taore).

Namun setelah pertemuan itu digelar di aula Kantor Bupati Koltim, pada Rabu (15/10/2025) semua pernyataan tegas itu menguap begitu saja.

Tidak ada tindak lanjut, tidak ada gerakan nyata dari pemerintah untuk memastikan kondisi di lapangan. Masih sebatas ancang-ancang belaka.

Situasi ini tentu membuat publik bertanya-tanya, mengapa wacana yang sebelumnya (turun lapangan) begitu lantang kini tak lagi terdengar bahkan masih tetap ‘hidup’ sebagai wacana saja.

Potensi nikel di wilayah Taore adalah salah satu sumber daya terbesar Koltim. Jika dikelola dengan benar, hasilnya bisa menggerakkan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, tanpa pengawasan, potensi itu justru bisa berubah menjadi “kutukan” utamanya bagi warga lokal. Sebab dapat meninggalkan kerusakan hutan, jalan rusak, dan lubang tambang menganga.

Olehnya itu, Pemda Koltim harus segera membuktikan bahwa mereka masih berpihak pada kepentingan rakyat.

Janji untuk turun ke lapangan tidak boleh menjadi sekadar formalitas dalam rapat ataupun pertemuan. Wajib diwujudkan dengan tindakan nyata, turun, lihat, pastikan dan bertindak.

Publik menunggu keberanian dan ketegasan. Pemerintah daerah adalah benteng terakhir dalam melindungi kekayaan alam Kolaka Timur. Bukan justeru bersikap pasif, melainkan harus memiliki intuisi atau kepekaan terhadap persoalan tambang di Taore.

Jika Pemda benar-benar serius ingin menegakkan aturan, tim lintas OPD (termasuk Satpol PP) seharusnya sudah berada di lapangan sejak hari pertama penghentian sementara aktivitas pertambangan di Taore disepakati. Hal itu guna memastikan tidak ada aktivitas yang melanggar.

Pihak PT Toshida Indonesia sendiri sudah membuka diri kepada Pemda Koltim untuk bersama-sama meninjau langsung ke lapangan guna memastikan situasi terkini.

“Nanti sama-sama kesana (lokasi tambang Taore). Dari Pemda tinggal mengabari ke kami kapan jadwalnya mau berkunjung. Kami siap mendampingi serta menyiapkan APD (Alat Pelindung Diri) sebelum menuju ke lokasi,” kata Humas PT Toshida Indonesia, Tri Sugiharto saat dikonfirmasi wartawan investigasitimes.com, Jumat (17/10/2025).

Tri menjelaskan, esok hari (Kamis,16/10/2025) setelah pertemuan dengan Pemda Koltim, maka aktivitas penambangan khusus di wilayah Desa Taore telah dihentikan sementara.

“Penyampaian dari manajemen memang sudah dihentikan sementara. Sambil menunggu pertemuan lanjutan nanti,” ujarnya.

Meski telah mendapat ‘petunjuk’ dari pihak manajemen, tapi Tri sendiri belum melihat langsung di lokasi yang diklaim telah dihentikan tersebut.

“Besok (hari ini, Sabtu (18/10/2025) saya naik ke atas pit area (lokasi tambang). Kalau sudah ada dokumentasinya, nanti saya kirimkan jika aktivitas di wilayah Desa Taore memang sudah berhenti sementara waktu,” ungkap Tri.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *