Kades Sunardi: Pembangunan Desa Bukan Hanya Soal Infrastruktur, Tapi Juga Kepedulian Pada Warga

Kabupaten Koltim – Pemerintah Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), terus berupaya memastikan program pembangunan desa tidak berhenti saja pada pembangunan fisik, melainkan juga menyentuh langsung kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Lalowosula, Sunardi, S.H., M.H., mengatakan, pembangunan desa harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Olehnya itu, pihaknya berupaya menjalankan berbagai program yang tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat secara langsung.

Salah satu program yang dilaksanakan yakni Padat Karya Tunai Desa (PKTD) melalui pembersihan dan pemeliharaan drainase sepanjang 500 meter.

Menurut Sunardi, pelibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan pembangunan desa.

“Pembangunan desa bukan hanya tentang membangun sesuatu yang baru. Merawat dan menjaga apa yang sudah ada juga merupakan bagian dari pembangunan. Melalui Padat Karya Tunai Desa, kita ingin lingkungan tetap terjaga sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut bekerja dan mendapatkan manfaat secara langsung,” ujar Sunardi.

Pembersihan drainase dilakukan dengan mengangkat sampah, rumput, sedimentasi serta material lain yang dapat menghambat aliran air. Selain menjaga fungsi drainase, kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat dan nyaman.

Sunardi menilai, Padat Karya memiliki makna lebih luas dibanding sekadar pekerjaan fisik.

Program tersebut, kata dia, merupakan salah satu cara pemerintah desa menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat.

“Jadi masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri,” katanya.

Selain pemberdayaan melalui Padat Karya, Pemerintah Desa Lalowosula juga memberikan perhatian terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Untuk periode Januari hingga Juni 2026, sebanyak 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT sebesar Rp200.000 setiap bulan. Selama enam bulan, masing-masing KPM memperoleh Rp1.200.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp12 juta.

Sunardi mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan mendesak lainnya.

“Mungkin nilainya tidak besar, tetapi bagi keluarga yang sedang membutuhkan, bantuan ini memiliki arti. Yang terpenting adalah bagaimana Pemerintah Desa Lalowosula terus berupaya hadir, peduli dan memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan,”ungkapnya.

Menurut Sunardi, BLT Dana Desa dan Padat Karya memiliki sasaran yang berbeda, tetapi keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan kehadiran pemerintah desa benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pembangunan itu tidak hanya berbicara soal jalan, drainase atau bangunan. Ada juga masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Karena itu, pembangunan fisik dan kepedulian sosial harus berjalan bersama,”tegasnya.

Sunardi juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga hasil pembangunan, khususnya drainase yang telah dibersihkan.

“Drainase yang sudah kita bersihkan harus sama-sama kita jaga. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,”tutur Sunardi.

Sunardi menegaskan, Pemerintah Desa Lalowosula berkomitmen melaksanakan setiap program berdasarkan perencanaan, RAB, ketentuan pengelolaan keuangan desa serta prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Baginya, ukuran keberhasilan pembangunan desa bukan semata-mata berapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana program tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kalau masyarakat ikut bekerja, lingkungan menjadi lebih baik, dan warga yang membutuhkan bisa terbantu, berarti program desa memberikan manfaat. Itu yang ingin kita dorong di Lalowosula,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Desa Lalowosula berupaya membangun desa melalui pendekatan yang menyentuh dua sisi sekaligus yakni memberdayakan masyarakat serta memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *