Kabupaten Koltim – Di tengah semakin hangatnya wacana Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Kolaka Timur (Koltim), ada beberapa hal satu yang mungkin lebih penting, lebih dari sekedar bicara soal figur Wabup.
Apa itu?
Kondisi keuangan daerah.
Koltim sedang berada dalam situasi yang menuntut pemerintah daerah semakin cermat, selektif dan bijaksana dalam mengelola keuangan. Setiap rupiah yang keluar dari APBD idealnya harus benar-benar memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Peraturan Bupati Koltim Nomor 25 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan APBD 2026 secara tegas menempatkan efisiensi, efektivitas dan tertib pengelolaan APBD sebagai salah satu pertimbangannya.
Bahkan data APBD 2026 yang dihimpun menunjukkan, pendapatan daerah Koltim dianggarkan sekitar Rp671,27 miliar, turun 32,35 persen dibanding anggaran pendapatan tahun sebelumnya.
Situasi seperti ini tentu membuat setiap rencana kebijakan yang berkonsekuensi terhadap APBD patut dilihat secara lebih kritis.Termasuk agenda Pilwabup.
Di bulan-bulan kemarin, sejumlah kalangan pemerhati daerah Koltim sebelumnya bahkan menyuarakan pandangan yang lebih jauh terkait wacana Pilwabup. Mereka menilai, kalau memang kondisi fiskal daerah masih membutuhkan efisiensi, Pilwabup tidak perlu dipaksakan untuk digelar.
Pandangan itu tentu bukan berarti mengabaikan ketentuan hukum ataupun anti-pemerintah. Jika regulasi mengharuskan pengisian jabatan, maka mekanismenya tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.
Namun urgensi dari sisi kebutuhan daerah juga tak boleh dikesampingkan.
Sebab mengisi kursi Wakil Bupati bukan hanya berbicara mengenai proses pemilihan di DPRD.
Sebab, setelah jabatan terisi, terdapat konsekuensi pembiayaan yang melekat pada jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Dalam pedoman APBD Koltim 2026 sendiri terdapat istilah biaya penunjang operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Ada kebutuhan perjalanan dinas, fasilitas penunjang, rumah tangga jabatan, protokoler, administrasi dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.
Pertanyaannya kemudian, ketika keuangan daerah terbatas, apakah tambahan konsekuensi anggaran tersebut benar-benar menjadi kebutuhan paling mendesak? Atau adakah kebutuhan masyarakat yang jauh lebih penting untuk didahulukan?
Di Koltim, bisa dilihat dari persoalan yang ada di lapangan. Masih ada petani yang membutuhkan jalan usaha tani agar hasil perkebunan dan pertanian dapat dibawa keluar dari lokasi produksi dengan biaya yang lebih murah.
Masih ada kebutuhan rehabilitasi jaringan irigasi agar lahan pertanian tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.
Masih diperlukan peningkatan jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan, pembangunan jembatan, akses air bersih, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, pasar rakyat, hingga infrastruktur pendukung ekonomi masyarakat.
Belum lagi penguatan sektor UMKM, bantuan sarana produksi pertanian, pengembangan komoditas unggulan daerah dan berbagai program yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di sinilah perdebatan Pilwabup seharusnya ditempatkan. Bukan sekedar siapa yang paling layak menjadi orang nomor dua.
Tetapi mana yang paling dibutuhkan masyarakat Koltim saat ini.
Inilah yang harus dijawab oleh pemerintah dan DPRD Koltim jika wacana Pilwabup benar-benar masuk ke tahap pembahasan.
Jangan sampai hanya sibuk membahas siapa yang akan mendapatkan kursi 02, sementara pembicaraan mengenai kebutuhan masyarakat justru berada di belakang (ini tentang pilihan keberpihakan).
Koltim membutuhkan pemerintahan yang efektif. Tetapi pemerintahan yang efektif tidak selalu berarti semakin banyak pejabat.
Pemerintahan yang efektif adalah pemerintahan yang mampu memastikan anggaran terbatas namun bisa menghasilkan manfaat sebesar-besarnya.
Jika masih ada ruang untuk menentukan skala prioritas, maka suara masyarakat yang mengatakan “untuk sementara tidak usah ada Pilwabup, lebih baik anggaran diarahkan untuk kebutuhan rakyat” layak menjadi bahan pertimbangan serius.
Kursi jabatan masih bisa menunggu.
Sementara kebutuhan masyarakat tidak selalu bisa menunggu.









