Dugaan Kecurangan Pilkades Pembeyoha, Beltiar: Ada Pemilih Lolos Mencoblos tapi Masih Menerima BLT di Desa Asalnya

Beltiar

Investigasitimes.com, Koltim – Dugaan kecurangan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pombeyoha, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang dilaksanakan secara serentak (19 Desember 2022) mulai terkuak.

Hasil penelusuran Ketua LSM Barak Koltim, Beltiar menunjukkan, bahwa dari 59 orang pemilih yang diduga sengaja didatangkan rupanya ada warga yang masih tercatat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desa asalnya. Warga yang dimaksud adalah Rudini.

Rudini merupakan salah satu warga Desa Mokupa, Kecamatan Lambandia yang ikut mencoblos di Pilkades Pembeyoha. Sementara KTP dan Kartu Keluarga (KK)-nya masih berdomisili di Desa Mokupa.

“Lebih herannya lagi, bulan Oktober 2022 dia masih menerima BLT di balai kantor Desa Mokupa atau sebelum pilkades dilaksanakan. Artinya apa, yang bersangkutan belum dinyatakan pindah domisili ke Desa Pembeyoha. Kenapa bisa ikut memilih dipilkades Pembeyoha?,” ucap Beltiar, Sabtu (24/12/2022).

“Kami memperoleh informasi bahwa Rudini masih ada hubungan keluarga dekat dengan calon incumbent yaitu Firdaus,” sambung Beltiar.

Lolosnya Rudini ikut memilih semakin menguatkan dugaan Beltiar bahwa telah ada permainan yang dilakukan pada Pilkades Pembeyoha secara terstruktur. Terutama dalam memainkan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Rencana kami akan adukan di pihak APH terkait masalah ini, biar semua pihak bersangkutan dapat dimintai keterangannya,” ujarnya.

Termaksud pihak kepala desa dan lurah masing-masing daerah asal warganya yang memiliki hak suara di desa Pembeyoha. Kami juga berharap pihak BPMD harus tegas menyikapi persoalan-persoalan desa yang bersengketa.

“Lembaga kami juga akan bekerja sama pihak LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Marennu untuk mengusut tuntas persoalan di Desa Pembeyoha sehingga terang benderang biar pilkades berikutnya jangan ada lagi permainan-permainan mobilisasi pemilih dari desa tetangga untuk kepentingan politik oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelas Beltiar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *