Poltekkes Kendari Lakukan Konseling Gizi kepada Masyarakat Pesisir Bajo Indah

Investigasitimes.com, Koltim – Jurusan Gizi Poltekkes Kendari memberikan konseling gizi terhadap masyarakat pesisir di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Kegiatan ini dalam rangka pengabdian terhadap masyarakat.

Menurut Ketua Tim Pengabdian pada masyarakat, Dr. Suriana Koro,SP,M.Kes dengan melakukan konseling gizi diharapkan masyarakat dapat mengenal, memahami dan mengetahui manfaat dan deteksi dini terhadap kejadian stunting, dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan.

Poltekkes Kendari sebagai mitra kerja sama Pemda Konawe menjadikan Kecamatan Soropia sebagai salah satu Kecamatan binaan dari berbagai program pengabdian pada masyarakat.

“Konseling gizi yang kami lakukan berupa penyuluhan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Desa Bajo Indah, utamanya terhadap ibu yang mempunyai anak balita tentang kejadian stunting , ciri-ciri stunting, penyebab stunting , dampak stunting dan pencegahan stunting,” katanya, Kamis (8/12)

Dikatakan, stunting merupakan program nasional yang patut mendapat perhatian lebih karena dapat berdampak bagi kehidupan anak sampai tumbuh besar. Terutama risiko gangguan perkembangan fisik dan kognitif apabila tidak segera ditangani dengan baik.

“Sebagai akademisi kami turut berkontibusi melalui pengabdian masyarakat dengan melakukan konseling dan penyuluhan ke masyarakat khususnya ibu-ibu yang mempunyai anak balita. Ibu- ibu diedukasi tentang penyebab stunting antara lain faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil dan anak balita,” ucap Suriana

“Kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi. Sebelum hamil, masa kehamilan serta setelah melahirkan, Masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan untuk ibu hamil, Kurangnya makan makanan bergizi serta Akses air bersih yang kurang dan sanitasi/ hygiene yang kurang baik.
Jika beberapa faktor penyebab stunting bisa di minimalisir sejak 1000 HPK maka program penurunan prevalensi dapat tercapai selama kerja sama lintas sektor tetap berjalan dengan baik,” sambungnya.

Lebih lanjut disampaikan, stunting bisa dicegah mulai dari ibu hamil sehingga kunjungan ANC sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah faktor risiko terjadinya stunting dengan cara memberikan pelayanan tentang status kesehatan ibu, imunisasi, gizi dan konseling menyusui. Pencegahan stunting mulai dari masa kehamilan sangat penting dilakukan agar dapat menekan prevalensi stunting

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *