Investigasitimes.com, Koltim – Hasil seleksi terbuka (asesmen) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tahun anggaran 2022 menyisakan tanda tanya. Apalagi muncul statemen atau pernyataan berbeda yang digelontorkan oleh Ketua Panitia seleksi (Pansel), Iqbal Tongasa dengan Plt BKPSDM Koltim, Abraham.
Menurut Iqbal, seperti dituturkan anggota DPRD Koltim, Andi Musmal bahwa hasil asesmen sudah diserahkan dan saat ini berada ditangan Plt Bupati Koltim, Abdul Azis.
Sementara dari versi Abraham menyatakan bila sampai saat ini belum ada rekomendasi KASN mengenai hasil asesmen. Bahkan dengan tegas Abraham menyampaikan jika Plt Bupati saja sendiri mempertanyakan hal itu kepada dirinya.
“Dan saya bilang tidak ada. Katakanlah kalau misalnya rekomendasi diserahkan kepada pak Bupati maka ketika disposisinya masuk ke BKPSDM, saya lihat dulu dan saya pasti koordinasikan ke KASN, betulkah rekomendasi itu?benar nda hasilnya seperti itu? Kalau memang hasilnya sudah ada seharusnya kan muncul disistem, tapi sampai sekarang belum muncul,” kata Abraham.
Abraham mengungkapkan, belum pernah melihat sama sekali arsip surat pengusulan kepada KASN yang ditandatangani oleh Pj Bupati Sulwan Aboenawas (Pj Bupati sebelumnya).
Abraham juga mengaku tak akan menyembunyikan informasi jika memang rekomendasi KASN sudah ada. Ia bahkan siap memberikan keterangan kepada awak media.
“Paling kami hanya dapat memberikan keterangan seperti nomor rekomendasi yang dikeluarkan KASN, siapa yang menandatangani rekomendasi tersebut. Kalau untuk isi (hasil) rekomendasi seperti apa tidak dapat kami publikasikan karena itu bersifat rahasia,” bebernya.
Salah seorang peserta asesmen ketika diminta tanggapan soal ketidakjelasan hasil asesmen mengatakan dirinya sangat kecewa dengan sikap Ketua Pansel yang dinilainya tidak peduli dengan adanya beredar perangkingan nama-nama hasil asesmen, apakah hoax atau benar adanya.
Peserta ini pula berharap agar Plt Bupati dapat mengambil alih, tegas dan secepatnya menuntaskan polemik hasil asesmen. Selain itu, ia meminta agar Plt Bupati untuk tidak menggunakan lagi kedua oknum tersebut karena dianggapnya hanya memikirkan kepentingan mereka semata (pribadi). Dengan kata lain, Plt Bupati mengganti Sekda dan Plt BKPSDM karena keduanya bukan generasi Koltim sehingga diduga selalu berpikir memanfaatkan kesempatan.
Peserta lainnya juga menuturkan dengan adanya pernyataan berbeda antara Ketua Pansel sekaligus Sekda Koltim (seperti disampaikan Andi Musmal) dengan Plt BKPSDM, Abraham maka semakin menampakan kerancuan.
“Kerancuannya dikarenakan Plt BKPSDM belum mengetahui sama sekali hasil asesmen tersebut, padahal itu gawean dari BKPSDM, kan itu lucu,” tuturnya.
Peserta lain berharap seyogyanya Plt Bupati cepat mengambil langkah agar permasalahan hasil asesmen dapat terselesaikan. Publik atau masyarakat maupun peserta asesmen dapat terpuaskan dengan pelaksanaan asesmen belum lama ini.









