Investigasitimes.com, Koltim – Warga transmigrasi khususnya Kecamatan Ladongi I (satu) memperingati masuknya mereka di wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang ke-50 tahun.
Kecamatan Ladongi I demikian namanya dahulu. Itu diberikan oleh Departemen Transmigrasi. Namun saat ini Kecamatan Ladongi I sudah terbagi dalam tiga wilayah kelurahan yakni meliputi Kelurahan Atula, Kelurahan Welala dan Kelurahan Ra’ra.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) digelar pada Jumat (23/9/2022), di Pura Penataran Amerta Yoga, Desa Adat Dwi Eka Dharma, Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi.
Turut hadir pada kegiatan ini diantaranya mewakil Plt Bupati Koltim yaitu Sekda Koltim, Iqbal Tongasa, Ketua Tim Penggerak PKK Koltim, Hartini Azis, Anggota DPRD Koltim, Ketut Marya, Kadis Nakertrans, Bio Mansur, Kadis BPKD, Aspian Suute.
Tampak pula dalam kegiatan tersebut Kadis Perumahan,Muh Isa Benhur, Sekwan, Abraham, Kadis Peridagkop, Muh Aras, Camat Ladongi, Saeho, Lurah Atula, Nurhayati, Lurah Ladongi, Rasman, dan sejumlah tokoh lainnya baik tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat serta tokoh masyarakat lainnya.
Panitia pelaksana HUT transmigrasi Ladongi I ke-50, I Made Rami mengatakan perayaan kali adalah kali kedua dilaksanakan. Dan diisi dengan serangkaian kegiatan seperti bakti sosial dan perlombaan tradisional misalnya lomba lari karung, bola gotong, lari kelereng, tarik tambang, serta lomba makan kerupuk.
“Adapun tema yang diusung yaitu membangun peradaban kebhinekaan dari pinggiran desa transmigrasi untuk membangun negeri,” ujar I Made Rami.
Sementara itu, I Gusti Ngurah Suputra selaku Wakil Ketua Panitia menyampaikan kepada wartawan, selain dari etnis Bali, HUT transmigrasi Kecamatan Ladongi I juga mengundang atau menghadirkan dari etnis lain.
“Kebetulan perayaan kali ini kami dipercayakan untuk menjadi panitianya. Semua etnis kami undang sebelum perayaan. Termasuk teman-teman dari PATRI (Perhimpunan Anak Transmigrasi Indonesia ) Kolaka Timur,”katanya.
“Harapan kami semoga dengan kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan silahturahmi dengan sesama warga transmigrasi. Bagaimana menciptakan sinergi dengan penduduk asli serta membangun persahabatan yang baik seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang tua kami dimasa lalu. Kami juga berterimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur karena berkenan hadir dan memberikan support pada perayaan kali ini,” tambah I Gusti Ngurah Suputra.
Plt. Bupati Koltim dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Iqbal Tongasa menyampaikan perjalanan selama kurun waktu 50 tahun warga transmigrasi Kecamatan Ladongi I tentu sangat banyak menyimpan cerita suka maupun duka.

Berbagai macam kesulitan atau hambatan mewarnai ketika itu. Sepi, penuh dengan hutan belantara, akses transportasi sulit serta lain-lainnya.
“Semua kesulitan dan segala bentuk hambatan yang pernah ada dapat dilalui dengan semangat penuh kebersamaan, saling bergandengan tangan, bahu-membahu serta mengesampingkan perbedaan sehingga Kecamatan Ladongi bisa seramai seperti sekarang ini,” ucapnya.
Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga kebersamaan dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan.
Hal lain yang disampaikan Sekda Iqbal adalah yang melatarbelakangi program transmigrasi yakni pemerataan persebaran penduduk, meningkatkan taraf hidup masyarakat, penyediaan lapangan kerja, pemerataan pembangunan serta peningkatan kesatuan dan persatuan.
“Saya berharap kita semua dapat semakin meningkatkan semangat kekeluargaan, kebersamaan dan persatuan. Karena ini merupakan modal sosial dalam membangun Kabupaten Kolaka Timur kedepannya. Khususnya dalam mempercepat terwujudnya visi Kabupaten Kolaka Timur,” tuturnya.
Diharapkan pula agar seluruh stakeholder dapat semakin berkontribusi positif dan bekerjasama dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial pembangunan di daerah Kolaka Timur. Karena kompleksitas permasalahan yang akan hadapi memerlukan partisipasi semua pihak untuk menanganinya.
Tak lupa, Sekda Iqbal mengajak semua etnis yang ada di Kolaka Timur (secada umum) untuk bersama-sama merajut kebhinekaan, mempererat persatuan dan kesatuan, berpikir terbuka, memiliki visi kedepan, terintegratif dan inovatif. Senantiasa menjaga dan menciptakan kondusifitas di wilayahnya masing-masing. Tidak mudah terprovokasi oleh pihak manapun, sehingga dapat memecah belah persatuan dan kesatuan, serta memecah semangat kebhinekaan yang telah terjalin dengan baik selama ini.
Perayaan HUT warga transmigrasi Wilayah Ladongi I berdasarkan pantauan wartawan investigasitimes. Com berlangsung cukup meriah. Tamu dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur yang datang disambut dengan tari Mondotambe.
Tarian ini merupakan tarian khas suku Tolaki yang kerap ditampilkan pada saat pelaksanaan acara berskala besar untuk menyambut tamu besar dan istimewa. Para tamu juga disambut dengan tari panyembrama.
Rangkaian lain dari kegiatan seromonial HUT warga transmigrasi ke-50 yaitu dibacakannya sekilas lalu masuknya warga transmigrasi di Kecamatan Ladongi I (selayang pandang) oleh tokoh bali.
Berikutnya, sambutan dari Ketua Adat Tolaki Mekongga, Idrus Lataege, penyerahan gong (cendera mata) dari tokoh bali kepada Ketua Adat Tolaki, pemotongan tumpeng, sajian tari rejang sari, tarian lulo serta ditutup dengan pembacaan doa.









