Investigasitimes.com, Kediri – Ironi sekali, seakan semua tutup mata pada hancurnya akses jalan Mataram Di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri ini. Betapa tidak…!! Meskipun sudah viral di jagat raya tidak ada tindakan segera yang berarti oleh instansi terkait.
Sudah sering diberitakan sebelumnya bahwa sepanjang jalan Mataram di Dusun Gambang, Desa Karangrejo , Kecamatan Ngasem Kediri kondisinya sangat memprihatinkan sekali , jalan retak-retak, bergelombang parah (penyok) dan berlubang (cekung) tidak segera ada tindakan masif dari stake holder yang ada karena akses jalan tersebut merupakan jalan utama. Melihat kondisi tersebut masyarakat Kediri sekarang menyebut jalan tersebut menjadi “Jalan Goyang” karena sudah sering rusak dan hanya ditambal sulam saja.
Patut disayangkan juga, perbaikan yang tambal sulam tidak secara keseluruhan hanya ada beberapa titik saja padahal rusaknya sudah parah. Bekas tambalan jalan masih nampak seperti ditimurnya pabrik kayu sama depan mushola dan pemerataan (scrub) benjolan yang ada di depan pabrik kecap tepatnya di pertigaan jalan masuk ke GOR Sanjaya yang volumenya hanya beberapa meter saja.
Dari pengamatan media bisa dilihat bahwa mulai perlintasan rel kereta api Gambang ketimur sampai pertigaan lampu merah barat balai desa Karangrejo terus keselatan sampai pertigaan lampu merah arah perbatasan Desa Sukorejo kerusakan jalan masih tetap dibiarkan. Cekungan di depan koperasi mekar pada sisi selatan yang besar belum juga tersentuh padahal cekungannya dalam sehingga semua kendaraan selalu menghindari. Lebih parah lagi tepat didepan koperasi mekar sampai depan garasi truk milik GG jalanan bergelombang (penyok) tetap dibiarkan terlantar.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kediri Raya, H. Ulpinus S, S.H kepada awak media mengatakan prihatin dan miris melihat kondisi Kediri saat ini.
“Saya sebagai masyarakat Kediri prihatin dan miris melihat kondisi Kediri saat ini. Contoh kecil saja jalan Mataram di Desa Karangrejo itu yang sudah lama rusak dan sering dilanda banjir seakan dibiarkan saja dan tidak ada terketuk hatinya untuk memperbaiki,” ucapnya, Sabtu (30/10/2021) pagi.
“Jalan itu merupakan akses jalan desa yang tentunya untuk kendaraan tonase kecil tapi nyatanya dilalui oleh truk tronton yang tentunya bukan jalan dikelasnya. Kalau ini terus dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas dari instansi terkait yang dirugikan pasti masyarakat juga,” terangnya.

Lanjut pria yang juga sebagai Advokad senior menambahkan, saya heran, kerusakan jalan Mataram itu seakan ada pembiaran karena sudah lama rusaknya. Dinas perhubungan harus bertindak tegas begitu juga PUPR juga segera bertindak jangan berpangku tangan dan hanya menunggu perintah saja.
“Selain itu disepanjang jalan Mataram banyak sekali pabrik besar yang tentunya punya kepentingan dengan akses jalan tersebut. Apakah memang para pengusaha yang ada di sepanjang jalan tersebut tidak tergugah hatinya dan tutup mata terhadap kondisi tersebut padahal dia juga lewat jalan disitu,” ungkapnya.
Pesan H.Ulpinus S, S.H, semoga dengan pemberitaan ini dinas terkait terutama PUPR sama Dishub segera Action, buktikan kamu bisa menyelesaikan (Bersambung).









