Di Bawah Komando AKBP Danang, 137 Personel Polres Malang Awali 2026 dengan Pangkat dan Tanggung Jawab Baru

Investigasitimes.com, Kabupaten Malang – Upacara di halaman Mapolres Malang, Jumat (2/1/2026), berlangsung dalam suasana khidmat. Di hadapan barisan personel yang berdiri tegap, AKBP Danang Setiyo Pambudi memimpin langsung momentum penting itu. kenaikan pangkat bagi 137 personel Polres Malang yang menandai awal perjalanan tugas di tahun 2026.

Bagi AKBP Danang, momen ini bukan sekadar pergantian tanda pangkat di pundak anggota. Ia menjadikannya sebagai titik awal penegasan arah kepemimpinan, bahwa profesionalisme, integritas, dan pelayanan publik harus menjadi napas utama setiap insan Bhayangkara.

Dari total penerima kenaikan pangkat, 136 personel merupakan anggota Polri dan satu personel ASN Polri. Mayoritas berasal dari golongan Bintara, namun juga mencakup perwira pertama hingga perwira menengah, sebuah komposisi yang mencerminkan kesinambungan struktur dan regenerasi kepemimpinan di tubuh Polres Malang.

Secara rinci, tiga personel naik dari AKP ke Kompol, 14 personel dari Iptu ke AKP, delapan personel dari Ipda ke Iptu, 53 personel dari Aipda ke Aiptu, 27 personel dari Bripka ke Aipda, lima personel dari Brigpol ke Bripka, 22 personel dari Briptu ke Brigpol, serta tiga personel dari Bripda ke Briptu. Sementara itu, kenaikan pangkat pengabdian dari Aiptu ke Ipda diberikan kepada satu personel yang dinilai menjaga rekam jejak pengabdian tanpa cela hingga menjelang masa purna tugas.

Dalam amanatnya, AKBP Danang berbicara lugas dan tegas. Ia menolak anggapan bahwa kenaikan pangkat adalah rutinitas administratif yang datang seiring waktu. Menurutnya, setiap jenjang pangkat adalah kontrak moral antara anggota, institusi, dan masyarakat.

“Kenaikan pangkat ini bukan hadiah. Ini hasil dari kerja keras, dedikasi, dan loyalitas yang dinilai secara objektif. Pangkat adalah legitimasi atas kompetensi, sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sebagai pimpinan wilayah hukum yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial masyarakat Malang Raya, AKBP Danang menekankan bahwa tantangan Polri ke depan tidak semakin ringan. Justru sebaliknya, ekspektasi publik terhadap transparansi, keadilan, dan sikap humanis aparat semakin tinggi.

Ia pun menuntut transformasi mental di seluruh lini, dari perwira hingga bintara. Bagi Danang, kepemimpinan tidak berhenti di level struktural, tetapi harus hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari anggota di lapangan.

“Semakin tinggi pangkat, semakin besar pula tanggung jawab yang diemban. Saya menuntut profesionalisme yang nyata, bukan slogan. Layani masyarakat dengan keikhlasan, kedepankan pendekatan humanis, dan jangan pernah melupakan tujuan utama kita sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujarnya.

Upacara berakhir, namun pesan kepemimpinan itu tetap menggema. Di bawah komando AKBP Danang Setiyo Pambudi, kenaikan pangkat bukanlah tujuan akhir, melainkan alat ukur keseriusan Polres Malang dalam menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik.

Tahun 2026 pun dimulai dengan satu pesan yang jelas: pangkat boleh bertambah, tetapi integritas harus selalu dijaga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *