Kabupaten Koltim – Secangkir kopi ternyata bisa menjadi “pintu masuk” untuk membicarakan banyak hal tentang daerah.
Tidak selalu harus melalui forum resmi dan meja rapat, sebab membangun daerah membutuhkan ruang komunikasi yang lebih cair, terbuka dan melibatkan semua unsur.
Rabu (30/9/2026), Kepolisian Resor (Polres) Kolaka Timur (Koltim) bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim dan DPRD Koltim, menggelar kegiatan coffee morning, di Aula Tantya Sudhirajati Polres Koltim.
Hadir dalam coffee morning diantaranya, Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Romadu Novelino, S.H., M.H., Sekretaris Daerah (Sekda) Koltim Rismanto Runda, S.Sos., M.M., para pimpinan dan anggota DPRD Koltim, serta kepala OPD lingkup Pemkab Koltim.
Pertemuan yang diinisiasi Kapolres Koltim tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap keamanan, pemerintahan dan pembangunan daerah.
Pertemuan semacam ini sangatlah penting, sebab Koltim tidak bisa dibangun hanya oleh satu lembaga, satu institusi ataupun satu kelompok.
Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan, DPRD menjalankan fungsi sesuai kewenangannya, sementara aparat keamanan memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah.
Kapolres Koltim, AKBP Tinton Yudha Riambodo pada kesempatan sepatah kata menyampaikan bahwa coffee morning tersebut dilaksanakan untuk memperkuat silaturahmi dan sinergitas antar lembaga, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Koltim.
Sementara dalam sambutannya, Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka mengapresiasi kepada Kapolres Koltim atas terselenggaranya coffee morning perdana tersebut.
“Atas nama Pemda Kolaka Timur saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Kolaka Timur karena telah menginisiasi kegiatan coffee morning,”kata Yosep.
Yosep berharap agar kegiatan seperti itu (coffee morning) tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi ruang komunikasi dan diskusi yang lebih terbuka mengenai berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Dan dia pula mengharapkan agar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan unsur Forkopimda dan perangkat daerah.
“Saya berharap kegiatan ini dilanjutkan terus, mungkin hari ini di Polres, berikutnya di Pemda atau di DPRD dan tidak harus di kantor,”ujar Yosep.
Duduk bersama dan berbicara bersama merupakan bagian penting dalam membangun kesamaan pandangan. Lebih daripada itu, kebiasaan tersebut dapat dijadikan sebuah “tradisi” baru, yakni tradisi duduk bersama untuk membicarakan persoalan, menyatukan gagasan, dan mencari solusi demi kepentingan daerah.
Coffee morning kemarin setidaknya dapat menjadi “pesan” bahwa, daerah membutuhkan lebih banyak ruang untuk bertemu. Bukan hanya untuk saling menyampaikan pandangan, tetapi juga untuk mendengar, memahami persoalan dan mencari solusi secara bersama.
Karena intinya membangun daerah adalah bagaimana semua unsur dapat berjalan bersama dalam satu tujuan.









