Investigasitimes.com, Kediri – Sangat disayangkan perbaikan jalan Mataram digambang Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem yang berubah nama jadi “Jalan Goyang” belum terlaksana dengan baik. Tambal sulam yang dilaksanakan disinyalir setengah-setengah, hanya sebagian kecil saja. Bekas tambal sulam jalan masih nampak yakni di timurnya pabrik kayu sama depan mushola dan pemerataan (scrub) benjolan yang ada di depan pabrik kecap tepatnya di pertigaan jalan masuk ke GOR Sanjaya.
Dari pantauan tim media, bisa dilihat bahwa mulai perlintasan rel kereta api Gambang ketimur sampai pertigaan lampu merah barat balai desa Karangrejo, kerusakan jalan masih dibiarkan tidak disentuh sama sekali padahal jalan dibaratnya sudah ada penambalan meski tidak sempurna. Ada juga cekungan tepat diatas jembatan tepat depan koperasi mekar pada sisi selatan. Cekungan iku besar dan dalam sehingga semua kendaraan selalu menghindari. Lebih parah lagi tepat didepan koperasi mekar sampai depan garasi truk milik GG jalanan bergelombang (penyok-penyok) tidak ada perbaikan dari pihak terkait.
Dijelaskan, meskipun sudah diberitakan berkali kali bahkan sudah disidak oleh Bupati Kediri H. Hanindhito Himawan Pramana, S.H beberapa saat lalu, kondisi Jalan masih tetap rusak dan tambal sulam hanya sebagian saja.
Jalan didepan koperasi mekar yang sempat menjadi perhatian Bupati Kediri yang akrap disapa Mas Bup bersama Dinas PUPR, sama didepan garasi truk GG yang kondisinya gelombang parah (penyok-penyok) sampai saat ini belum tersentuh sama sekali.
Warga setempat, Amin (47) mengatakan, jalan sepanjang Mataram belum disentuh semuanya oleh dinas terkait.
“Mulai pertigaan lampu merah barat balai desa Karangrejo sampai timur perlintasan rel kereta api masih belum di perbaiki, hanya di depan pabrik kecap yang dulu tampak menonjol sudah discrub (kepras) dan ditambal. Anehnya Jalan depan koperasi mekar, depan garasi truk GG yang sangat tampak nyata rusaknya dan lokasi sidaknya Bupati kok malah belum diperbaiki sampai sekarang,” ucapnya, Kamis (28/10/2021).

” Mengapa saat scrub (perataan) didepan pabrik Kecap kok tidak sekalian di scrub depan koperasi mekar sama depan garasi truk GG ya…aneh juga ini padahal lokasinya hanya beberapa meter saja kok tetap dibiarkan sampai sekarang, apalagi pas jembatan depan koperasi mekar disisi selatan ambles (cekung) masih dibiarkan,” ucapnya lagi.
Lanjutnya, saya heran, kerusakan disini itu sudah lama terjadi, seakan stake holder termasuk para pengusaha yang ada di sepanjang jalan tersebut tidak tergugah hatinya, semua tutup mata tidak tergugah hatinya untuk memperbaiki padahal yang lewat kendaraan besar-besar.
“Parahnya jalan ini kelasnya jalan desa kok yang lewat truk trailer segala ukuran,” ungkapnya sambil geleng kepala.
Kami, imbuhnya, warga harus tetap waspada dan hati-hati kalau lewat disini karena begitu padatnya truk yang lewat apalagi saat jam sibuk dan jam kerja, banyak truk besar yang keluar dari garasi. Kita harus selalu mengalah demi keselamatan kita.
“Dulu di depan pabrik plastik ada selokan (gorong-gorong) juga tapi sekarang sudah tidak berfungsi kalau hujan daerah sini pasti banjir, semoga pemerintah Kabupaten kediri segera merealisasi perbaikan jalan menyeluruh dan normalisasi lagi sungai disepanjang jalan Mataram mumpung belum musim hujan sehingga tidak terjadi banjir saat hujan datang, “pungkasnya (bersambung).









