Investigasitimes.com, Koltim – Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) secara beruntun melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah kasus dugaan korupsi di wilayah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Setelah dari aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka menyidik dugaan korupsi pengadaan bibit kopi robusta tahun 2021 dan pembangunan jembatan Lere Jaya tahun 2023, isu atau khabar bahwa saat ini pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara sedang mendalami dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Koltim yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, Ridwan Nasir dan Kasubag Perencanaan, Adi telah dipanggil untuk memberikan keterangan kepada petugas bagian tindak pidana korupsi (tipikor) Polda sejak Senin (23/12/2024).
Dan kabarnya pula, para Kepala Puskesmas (Kapus) beserta bendaharanya juga akan segera menyusul dipanggil kepolisian.
Sampai dengan berita ini diturunkan, belum berhasil diperoleh konfirmasi dari pihak Polda Sultra mengenai isi atau khabar penyelidikan BOK Kabupaten Koltim ini.
Kepala Dinas Kesehatan, Ridwan Nasir yang coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), pada Jumat (27/12/2024), 08.49 WITA mengenai kebenaran isu atau kabar pemeriksaannya di Polda Sultra belum memberikan jawaban.
Meskipun statusnya WA-nya sempat terlihat online, akan tetapi Ridwan tak memberikan respon atas pertanyaan konfirmasi yang dilakukan media ini.
Begitu halnya dengan Kasubag Perencanaan, Adi yang coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dihari yang sama, juga tak memberikan jawaban alias terkesan menghindar.
Sekedar informasi, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah dana yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan operasional Puskesmas.
BOK merupakan dana Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Kesehatan. Penyalurannya dilakukan dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) langsung ke Rekening Puskesmas.
BOK digunakan untuk:
Membiayai perjalanan petugas kesehatan dalam kegiatan promotif dan preventif ke luar gedung
Membiayai perjalanan kader kesehatan, termasuk dukun bersalin
Membiayai konsumsi rapat, penyuluhan, dan refreshing
Membeli alat tulis dan kantor untuk kegiatan pendukung BOK
Membiayai biaya administrasi perbankan
BOK dialokasikan untuk meningkatkan pelayanan Puskesmas, terutama dalam pelayanan preventif kesehatan. BOK juga digunakan untuk membantu pencapaian target nasional.
Di Kabupaten Kolaka Timur sendiri setidaknya terdapat 12 Puskesmas yang mendapat BOK. Masing-masing puskesmas mengelola dana BOK dengan jumlah yang bervariasi. Isunya mulai dari ratusan juta hingga milyaran rupiah setiap tahunnya.









