Investigasitimes.com, Koltim – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terkabar bakal membangun rumah adat dengan menggunakan anggaran perubahan tahun 2023.
Hal ini tentu menjadi sebuah berita menggembirakan. Sebab, kehadiran rumah adat dapat menunjukkan identitas suku bangsa yang mana dalam perancangannya tentu melibatkan berbagai unsur-unsur budaya.
Selain itu, dapat pula dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya sebuah upacara adat ataupun tempat berlangsungnya musyawarah yang dihadiri oleh tokoh masyarakat.
Namun ditengah bergulirnya wacana pembangunan rumah adat, ternyata berhembus pula rumor apabila program tersebut bakal “ditekel” oleh rencana pembangunan kantor penghubung (perwakilan) Pemda Koltim di Kota Kendari dengan menelan anggaran kurang lebih Rp. 3 miliar sampai Rp. 6 miliar.
Menurut sebagian kalangan masyarakat Koltim, upaya membangun kantor penghubung (perwakilan) di Kota Kendari masih kurang bermanfaat. Jauh lebih penting apabila anggarannya (anggaran pembangunan kantor penghubung) digunakan untuk membangun asrama mahasiswa di Kota Kendari seperti yang menjadi visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Koltim sebelumnya.
Di media sosial, akun Ichy Koltim “berkicau” menunjukkan sikap ketidaksetujuannya atas tindakan Pemerintah Daerah Koltim yang mengalihkan rencana pembangunan rumah adat ke pembangunan kantor penghubung.
Bahkan ia menyarankan, agar alokasi anggaran pembangunan kantor penghubung dipergunakan saja untuk membangun asrama mahasiswa di Kota Kendari.
“Apa manfaatnya pembagunan kantor perwakilan di kdi + 3-6 M,,mending bangun asrama mahasiswa itu lebih bermanfaat,,pantas Anggara pembangunan rumah adat di koltim di alihkan ternyata untuk pembagunan kantor perwakilan pale🤦🤦🤦🤦,” demikian bunyi unggahan.
Postingan akun Ichy Koltim ini sempat membuat sebagian netizen merasa kaget.
“Astaga,”tulis akun hamdjang Ojank
“Astaghfirullah 🤦🤦🤦,,,,” sebut akun Ithoy Kai
Tidak hanya itu, postingan akun Ichi Koltim juga turut dibanjiri ragam komentar dari netizen lainnya.
“Kendari – Koltim normalnya hanya 1 setengah jam saja. Kalau jam kerja setiap hari 8 jam..maka bisa 2 kali PP dalam sehari…modusss lagi ini barang ..siapa tau Adami yang reques mau kerja ini barang..? 🤣,”kata akun Eritman Rahmat
“Siapa tau toilet umum buat orang Koltim,”sahut akun Sayfoel Idrak
“Sepakat Om mestinya di alihkan untuk pembangunan Asrama Mahasiswa agar jauh lebih bermanfaat. Kasian Mahasiswa Koltim yg masih numpang di asrama Kolaka,” tulis akun Taufik Sungkono merasa sedih
“Masih bermanfaat asrama mahasiswa buat anak anak koltim, masih bisa d rasakan generasi penerusnya koltim,”ungkap akun Andi Arjan Syaputra
“saya cuma hanya bilang gemeeees😁,”celoteh akun Joko Petir
“Tunggu ALIANSI MASYARAKAT ADAT WONUA SORUME akan brtamu dikantor bupati Kolaka timur 😡😡😡,”akun Arull Mozfit bersuara
“tunjangan guru belum dibayarkan, malah lebih penting pembelian motor sebesar 4 M🤦,”keluh akun Imran Tonji
“Udahlah bang dari pada diam tertindas mending ambil sound kita kasih bunyi kolaka timur kalau dewannya tidak dapat mengawasi anggarannya mau di kemana kan kenapa tidak kita sebagai katanya putra daerah tidak dapat melaksanakan barang itu, mau sehebat apapun kita berkoar di media sosial kalau tidak ada aktualisasi percuma sama hal omong doang (omdo)
Tabe abang abangku sebelum 🙏🏻,”seru akun Billy
“Kantor penghubung / perwakilan. Wajib bagi daerah. Hanya kalau membangun ..Koltim mantap. Karena yg lain hanya kontrak ruko sj. Konawe yg lebih dekat kontrak juga. Konsel juga bgtu,”tulis akun Abdul Muis
“Kami warga Kolaka Timur sangat memerlukan jalan dan irigasi,” saran akun Dirta
“MANA MAHASISWA KOLTIM INI, MATI SURI_,”akun Taufik Sungkono kembali memberi komentar









