Investigasitimes.com, Koltim – Lumpur dikala musim hujan tiba sampai kini belum juga mampu membuat “merdeka” para siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tinondo,Kecamatan Tinondo,Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).
Sejak berdiri pada tahun 2011 lalu, selalu saja menikmati jalan berbecek dan licin baik itu saat pergi maupun pulang sekolah.
Karena tak kunjung tersentuh, seorang netizen berakun Facebook, Arlando terpaksa memposting melalui media sosial perihal kondisi “pahit” yang dialami siswa. Berharap ada “tangan dingin” yang bisa melirik kondisi jalan berlumpur tersebut (segera diperbaiki).
Arlando sepertinya sudah jenuh atau lelah menanti datangnya perbaikan. Apalagi diakuinya sudah pernah mengusul perbaikan jalan menuju SMAN 1 Tinondo saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019. Dimana, dihadiri langsung oleh Bupati bersama anggota DPRD Koltim ketika itu.
“Alhamdulillah sempat disahuti dan dijanjikan (perbaikan). Alhasil, sampai saat ini tak kunjung tiba. Harapan kami semoga ke depan ada tangan-tangan dingin yang bisa melirik/melihat kami, kasian anak-anak (siswa) kami. Kami ingin merdeka sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini,” tulis Arlando dalam captionnya.
Melihat unggahan video kondisi jalan masuk menuju SMA Negeri 1 Tinondo (yang diunggah Arlando) memang sangat memperihatinkan.
Butuh skill bagi siswa yang membawa sepeda motor, sehingga tidak terjatuh dan seragam sekolahnya tetap aman, tidak kotor akibat lumpur. Sedang, untuk siswa yang berjalan kaki harus berjalan menepi seraya melepas sepatu.

Beragam pendapat dari netizen menghiasi kolom komentar postingan Arlando.
Ada netizen yang menyarankan agar bersabar dengan kondisi tersebut.
Ada yang memberikan support agar terus menyuarakan kondisi jalan tersebut demi kepentingan umum dan pendidikan pada khususnya.
Ada yang sampai merasa iba sebab melihat siswa baru dengan sepatu batu sudah bergelut dengan lumpur. Ada juga (diperkirakan alumni SMAN 1 Tinondo) mengatakan, jika kondisi jalan berlumpur yang di posting masih sama sewaktu dirinya bersekolah.
“Semoga saja para pemerintah diatas bisa tergugah hatinya melihat ini smua dn segera memperbaiki jalan itu, kasihan anak-anak kami sudah lama berjalan diatas lumpur,” ungkap akun Sri Hastuti Sri
Selain itu, ada netizen mengajak untuk menerjunkan semua siswa beserta walinya di kantor DPR dan Bupati. Bila perlu sampai memasang tenda.
Pendapat dari netizen lain bahwa pemerintah kurang perhatian. Pun ada yang komentar dengan mengirim gambar papan proyek mengenai kegiatan pemeliharaan jalan se-Kabupaten Koltim (swakelola) sebesar Rp. 1,5 M bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Dengan harapan semoga dana swakelola itu dapat tersebar sampai ke perbaikan SMAN 1 Tinondo. Karena arena road race saja cepat turun anggarannya dan sudah teraspal.









