Beredar Video Penderitaan Warga Ahilulu Koltim ketika Arus Sungai Deras, Ada yang Mau Berbelanja Terpaksa “Balik Kanan”

Investigasitimes.com, Koltim – Rintihan warga tentang akses berupa perbaikan infrastruktur jalan maupun jembatan dari Kecamatan Uluiwoi maupun Kecamatan Ueesi tak hentinya menggema di media sosial.

Setelah mempertontonkan video kondisi bagaimana warga secara swadaya membangun jembatan dari kayu agar bisa melintas, kini kembali warga mempertontonkan derita atau kesusahan mereka dalam menyeberangi sungai Desa Ahilulu, Kecamatan Ueesi.

Dalam postingan video akun Serman Imman menggambarkan betapa berat dan cukup membahayakan keselamatan warga ketika harus menyeberangi sungai ditengah derasnya arus air. Tampak (dalam video) sekelompok orang sedang memegang rakit.

“Inilah kondisi Ahilulu sekarang ini. Butuh perhatian pemerintah secepat mungkin,” kata seorang lelaki dalam video.

Akun Serman Imman sepertinya cukup lama melihat bahkan mungkin merasakan betapa menderitanya menyeberangi sungai Ahilulu yang sewaktu-waktu arusnya deras ketika memasuki musim hujan.

Ia juga mungkin (diduga) tak cukup kuat menanti tindakan atau upaya nyata dari Pemda Koltim guna mengakhiri penderitaan warga setempat.

Serman Imman menyebutkan, bahwa jalur sungai Ahilulu merupakan akses satu-satu yang dipergunakan warga menuju 4 desa yang ada diantaranya Alaaha, Likuwalanapo,Tongauna dan Desa Puurau.

Ia juga mengungkapkan, jika tadi pagi (hari ini) terdapat warga Tongauna batal berbelanja di ibukota kecamatan Ueesi lantaran tak bisa menyeberang sungai. Sehingga dengan terpaksa harus berbalik arah (pulang) dengan tangan hampa.

“Sudah tidak bisa diperkirakan, sudah puluhan tahun. Hanya isu yang selalu memberikan semangat warga yang sangat membutuhkan dan bahkan saya sendiri tadi harus mengeluarkan biaya penyeberangan manual,” bebernya.

Postingan Serman Imman ini kemudian diunggah pula oleh akun Eritman Rahmat.

Dicaptionnya, Eritman menuliskan ini persoalan kemanusiaan, ada sekitar 4OO KK dan 600 jiwa di 3 desa di Kecamatan Ueesi yakni Desa Likuwalanapo, Desa Tongauna dan Desa Purau yang terancam akibat jembatan sungai Alaha yang rusak parah.

Padahal tahun lalu sudah dianggarkan 12 miliar untuk pekerjaan abutmen tapi tidak dikerjakan. Tahun ini, malah dihilangkan. Belum lagi beberapa desa lainnya seperti Ahilulu dan Alaha yang juga bernasib sama. Mengajak kepala desanya “healing” bertajuk bimtek ke pulau Jawa. Serta istrinya kades “dibungkus” studi tiru PKK ke Jogyakarta. Bukanlah solusi.
Mari berpikir sehat..

“Janjimu taroe,” kata akun Muh Sadar

“Janji” TDK ada bukti,”ujar akun Rendy Renata

Berdasarkan laman LPSE Koltim tahun 2022 tercantum bahwa untuk lelang perencanaan pembangunan jembatan ruas Ahilulu – Alaha (desa Alaha) telah dilaksanakan. Dan CV Paleteang Konsulindo ditetapkan sebagai pemenang karena memiliki penawaran harga terendah yakni 364 juta lebih dari total pagu 375 juta.

Sayangnya, meskipun perencanaannya telah selesai namun tindak lanjut pembangunan jembatan ruas Ahilulu – Alaha tidak terlaksana alias batal. Anggaran pembangunan jembatan yang diperkirakan mencapai kurang lebih Rp. 12 miliar terpaksa dijadikan silpa.

Untuk tahun 2023 ini, belum diketahui secara pasti apakah pihak Pemda Koltim menganggarkan kembali pengerjaan pembangunan fisik jembatan ruas Ahilulu – Alaha atau tidak. Sampai berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari pihak Dinas PU dan Perhubungan Koltim.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *