Investigasitimes.com, Koltim – Pemerintah Desa (Pemdes) Putemata, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tak hentinya melakukan penataan lingkungan agak terlihat rapi atau tidak kumuh.
Pada tahun 2023 ini, setidaknya pemdes setempat mengalokasikan sebagian Dana Desa (DD) untuk membangun drainase,
khususnya di lorong atau lingkungan dusun IV. Pembangunan drainase ini pula sekaligus menjadi pencegah genangan banjir ketika musim hujan.
Kepala Desa Putemata, I Nyoman Yasa mengatakan, drainase yang dibangun yakni di lorong depan jalan poros Putemata-Ladongi (perbatasan Desa Putemata-Desa Lamoare) sepanjang 200 meter serta di dusun IV blok B sepanjang 171 meter.
“Bahan materialnya sudah siap. Sebetulnya hari ini sudah mau dikerja tapi karena ada warga kami yang sedang kedukaan maka besok baru dimulai,” kata I Nyoman Yasa.
Dikatakan, pembangunan drainase dititik ini sebetulnya sudah terealisasi pada tahun 2022 lalu, manakala penyerapan DD tidak dititikberatkan pada penanganan pandemi covid-19. Alokasi infrastruktur kala itu dengan terpaksa dilarikan pada pembangunan sebagian drainase sepanjang 35 meter saja, serta pembangunan pagar TK Putemata.
“Kalau musim hujan kadang-kadang air merembes ke rumah warga dilokasi tersebut. Dan untuk mengurangi hal itu kami programkan drainase dan saluran pembuangan airnya langsung ke kali yang ada di blok B. Makanya tahun 2023 ini, kami fokus kesitu agar tidak terjadi genangan air. Selain itu agar keliatan setiap lorong masuk desa ada drainasenya. Tahun 2024 ke depan akan kami anggarkan lagi sampai menuju blok D sehingga tertata rapi dari jalan poros,” ucap I Nyoman Yasa.

Lebih lanjut, kata I Nyoman Yasa bahwa drainase yang dianggarkan itu dikerjakan oleh masyarakat Desa Putemata sebagai upaya pemberdayaan terhadap masyarakatnya.
“Kecuali tidak ada masyarakat Desa Putemata yang mau kerja ya mau tidak mau kami mencari di luar. Begitu juga dengan penyediaan materialnya.Berapa orang yang mempunyai kendaraan truk di Putemata kami upayakan untuk diberdayakan. Misalnya, berapa ret yang digunakan material batu atau pasir, itu kami bagi sehingga semuanya dapat pengangkutan,” tuturnya.
Dalam satu periode ini, I Nyoman Yasa mengakui banyak mendapat kendala dalam menuntaskan program pembangunan drainase di desanya. Banyak anggaran DD terserap untuk penanganan pandemi covid-19. Seandainya tidak begitu kemungkinan sudah 80% program pembangunan drainase ke lorong-lorong sudah kami laksanakan.
Desa Putemata merupakan wilayah pedesaan yang terbilang padat. Jumlah penduduknya boleh dikata paling banyak. Jumlah Kepala Keluarga (KK) di desa ini mencapai 600-an, sementara jumlah jiwa mencapai 1.992.
Padahal, jika dibandingkan dengan desa lain, desa ini memiliki wilayah cukup agak sempit dan memiliki banyak akses lorong yang menghubungkan antar satu dengan lorong yang lain. Rata-rata jalan lorong yang ada sudah pengerasan. Setiap tahunnya, pemdes Putemata mengalokasikan pula anggaran perbaikan terhadap jalan lorong yang mengalami kerusakan (berlubang).









