Investigasitimes.com, Koltim – Wacana pembelian motor dinas (motdis) bagi seluruh kepala desa (kades) se-Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) serta rencana menaikkan honor aparat desa terus menjadi perbincangan hangat oleh sebagian kalangan masyarakat setempat. Pasalnya, hal itu dilakukan pada saat menjelang momentum politik tahun 2024.
Khusus rencana pengadaan motdis kades dengan “mencubit” APBD Perubahan 2023 dianggap sebagai “kebutuhan” yang belum begitu penting. Apalagi, masing-masing desa telah diberi “jatah” berupa insentif dari pemerintah daerah sebesar Rp.50 juta setiap tahunnya.
Menurut kalangan tersebut bahwa masih banyak hal-hal dasar, sangat mendesak dan membutuhkan penanganan ekstra dari pemerintah daerah Koltim. Diantaranya, perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur jalan, jembatan serta penanganan kelangkaan pupuk yang cukup memukul hati para petani dewasa ini.
Wacana pembelian motdis ataupun kenaikan honor aparat desa menjelang tahun politik 2024, bukan saja menjadi diskusi warung-warung kopi, akan tetapi juga sudah sampai “dilempar” ke media sosial Facebook (FB).
Akun Eritman Rachmat pada postingan FB-nya, hari ini, Selasa (12/9) mempertanyakan bahwasanya apa urgensinya sampai pemerintah daerah mau mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 5 M dalam perubahan APBD untuk pembelian motdis bagi kades.
Apalagi dilakukan ditengah jeritan rakyat karena jalan rusak, jembatan rusak, serta petani yang kekurangan pupuk. Terkecuali kata dia hal itu sengaja dilakukan dengan alasan untuk kepentingan politik tahun 2024.
Akun Eritman Rachmat berpendapat bila anggota DPRD Koltim yang akan kembali bertarung pada pemilihan calon anggota legislatif (pilcaleg) pasti akan berpikir kritis terhadap usulan motor dinas kades dan kenaikan honor aparat desa yang dilakukan menjelang momentum politik 2024.
Artinya, menyetujui usulan itu sama saja memberikan amunisi pada partai politik (parpol) tertentu. Akun Eritman berharap agar insting politik dari anggota DPRD Koltim terutama bagi mereka yang bakal maju bertarung tahun 2024 bisa berjalan.
“Wah-wah mantap 5 bisa 4 km jln di aspal,” akun Yan Wika mengomentari postingan Eritman Rachmat.
“Beh..mantaf..itu lebih di perhatikan klp desa dari pada masarakat 😄😄,” sahut akun Junar Jaya.
“Lumayan juga untung nya kalau anggaran 5 M beli motor trail 36.000.000 x 133 desa,” tulis akun Nuzul Orawa.









