Investigasitimes.com, Koltim – Plt. Bupati Kolaka Timur (Koltim), Abdul Azis SH MH mengajak kepada seluruh Tim Penggerak (TP) PKK baik yang ada di desa, kelurahan, dan kecamatan agar menghidupkan kebun toga.
Demikian disampaikan bupati ketika meresmikan kebun toga milik TP PKK Kabupaten Koltim beberapa hari lalu. Peresmian ini pula dihadiri Ketua TP PKK Koltim Hartini Azis AMa bersama pengurus serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Koltim.
Menurut Plt Bupati Azis, dengan memanfaatkan pekarangan menjadi kebun toga akan menjadi edukasi baru di Koltim. Sekaligus dapat juga meningkatkan ekonomi masyarakat
“Akan sangat bagus jika Tim Penggerak PKK kecamatan sampai desa dan kelurahan, juga menghidupkan kembali kebun toga tersebut,” kata Plt Bupati Azis
Sementara itu, Ketua TP PKK Koltim, Hartini Azis menyampaikan, kebun toga yang telah diresmikan itu harus dijaga agar dapat berkelanjutan serta menjadi percontohan guna mengedukasi instansi lain serta TP PKK yang ada di Koltim sampai desa dan kelurahan.
“Apabila ke depan ada perlombaan baik di tingkat provinsi maupun nasional, maka kita bisa ikut lombakan. Olehnya itu, saya berharap kepada seluruh pengurus TP PKK Koltim untuk selalu menjaga dan merawat kebun toga ini,” ujar Hartini.

Kebun toga yang diresmikan oleh Plt Bupati Azis terletak di samping kantor TP PKK Koltim. Beraneka ragam tanaman terdapat di dalamnya, misalnya, cabe, bawang, tomat, paria, seledri, dan lain sebagainya.
Tanaman obat keluarga memiliki fungsi sebagai penyedia obat sekaligus berupa taman berestetika yang memenuhi
kriteria keindahan pekarangan.
Dengan menghidupkan toga di sekitar pekarangan kosong di sekitar kita tentu sangat memenuhi upaya kesehatan
preventif atau pencegahan penyakit, promotif atau peningkatan derajat
kesehatan, kuratif atau penyembuhan penyakit serta rehabilitatif atau pun pemulihan kesehatan.
Fungsi lain yang dapat diperoleh dari menghidupkan tanaman obat keluarga tersebut adalah dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga atau sebagai sarana memperbaiki status gizi keluarga, menambah penghasilan keluarga, meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman, dan dapat melestarikan
tanaman obat dan budaya bangsa.
Keberadaan kebun toga pula akan sangat membantu pelestarian tanaman dari kelangkaan. Dalam membudidayakan toga tentu beberapa permasalahan atau hambatan akan dihadapi sehingga pengelolaan dan pemanfaatannya belum berjalan secara optimal.
Oleh karena itu perlu dilakukannya revitalisasi, agar toga itu dapat berkembang secara optimal dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat.









