Pemda Koltim Menekan Laju Inflasi melalui Gerakan Menanam Cabai

Investigasitimes.com, Koltim – Inflasi merupakan fenomena yang mana harga barang mengalami kenaikan dalam waktu panjang secara terus menerus akibat dari ketidakseimbangan arus uang dan barang.

Guna menekan laju inflasi melalui peningkatan produksi dan produktivitas ekonomi, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) mencoba menerapkan program gerakan menanam cabai tahun 2024.

Minggu (21/1/2024), bertempat di salah satu tempat, di Desa Nelombu, Kecamatan Mowewe, Bupati Koltim, Abdul Aziz SH MH, Sekda, Andi Muhammad Iqbal Tongasa, Ketua Komisi III, Risman Kadir, Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) serta perwakilan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan penanam cabai.

Memang, salah satu upaya yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya inflasi yakni dengan meningkatkan produksi dan efisiensi dalam ekonomi. Peningkatan investasi, inovasi teknologi, maupun peningkatan produktivitas sangat dapat membantu guna memenuhi permintaan dengan baik, dengan tidak menimbulkan kenaikan harga yang signifikan.

Bupati Azis berharap semoga penanaman cabe yang telah dilakukan di Desa Nelombu dapat memberikan dampak (kontribusi) positif dalam menekan angka inflasi di Kolaka Timur.

Tak lupa, Azis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa maupun pemerintah kecamatan dalam hal ini Camat serta masyarakat Nelombu, sehingga program penanaman cabe di Desa Nelombu dapat berjalan dengan baik dan diapresiasi dengan baik.

Bupati Azis berharap, agar kegiatan penanaman cabai yang telah dilakukan bukan hanya sekedar bertujuan menekan angka inflasi di daerah tetapi yang tatkala penting adalah bagaimana membangun dan menjaga tali silaturahmi. Mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan dan kesatuan demi menjaga akselerasi (percepatan) pembangunan daerah Kolaka Timur.

Bupati Azis dan rombongan juga melakukan dialog langsung bersama masyarakat setempat. Dari dialog ini, beberapa orang masyarakat menginginkan agar mereka yang bertani dapat diberikan bantuan berupa pupuk dolomit, serta mesin pompa air (Alkon).

Mereka juga menginginkan agar pemerintah daerah membangunkan mereka jembatan yang bisa dipergunakan menuju pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Yayasan Safinatun Najah Desa Nelombu.

“Seketika musim hujan datang,kami orang tua santri sangat kesulitan untuk menyebrang menuju pondok. Makanya, kami sangat membutuhkan jembatan. Kalau bisa juga kami dibangunkan beronjong dilokasi jembatan yang baru dibuat. Apalagi jembatan tersebut adalah aset negara. Karena kalau tidak diberonjong, maka lama kelamaan akan tergerus dengan sendirinya ketika sungai banjir,” kata seorang warga.

Dikesempatan ini pula, pendiri pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Yayasan Safinatun Najah Desa Nelombu menginginkan agar pemerintah daerah dapat mensupport santrinya yang akan berangkat mewakili daerah pada tujuh kabupaten nanti.

Sebagai pengambil kebijakan tertinggi di Koltim, Bupati Azis langsung merespon uneg-uneg yang disampaikan warganya pada dialog tersebut.

Untuk permasalahan pupuk dolomit dan mesin pompa air, Azis menyarankan warga untuk berhubungan langsung dengan kepala dinas yang membidangi. Sebab, stok pupuk dolomit dan alkon ready pada instansi terkait.

Sementara pembangunan untuk jembatan, Bupati Azis menyampaikan bahwa perlu disurvey terlebih dahulu dari dinas terkait (PU) sebelum membuat perencanaan. Sehingga kelak ke depan, jembatan yang dibangun layak dan tahan lama dipergunakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *