Investigasitimes.com, Kab. Malang – Saat ini masih banyak rentenir di tengah masyarakat, baik dalam skala kecil, besar, bahkan berbadan hukum seperti koperasi, untuk itu masyarakat harap berhati-hati dalam memilih koperasi, jangan sampai terjebak lantaran bunga murah, tetapi pada akhirnya saat pelunasan terbeban dengan denda yang mencekik leher.
Seperti yang dialami oleh NN (inisial, Red) warga Kec. Lawang, betapa kaget dirinya saat akan membayar denda di salah satu koperasi yang berada di Kecamatan Lawang. Pasalnya, dari pinjaman sebesar Rp. 10 juta dan telah lunas angsurannya, kini dia masih terbebani dengan denda keterlambatan pembayaran angsuran sebesar Rp 23 juta.
“Saya baru tahu ketika saya ingin melakukan pelunasan denda ke kantor koperasi, ternyata denda saya senilai Rp. 23 juta,” ucap NN, Rabu (2/7/2021).
Menurut NN, denda yang segitu besarnya amat sangat memberatkan, apalagi saat ini mau kemana-mana cari usaha juga susah karena adanya PPKM.
“Saya mohon bisa di bantu penyelesaiannya supaya tidak memberatkan saya,” harapnya.
Wakil Bupati (Wabup) Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH. MH merasa geram saat dilapori awak media terkait adanya dugaan rentenir yang berkedok koperasi tersebut.
“Kirim ke bu Kadis Koperasi mas, biar saya contaknya biar dibantu penyelesaiannya,” tegas Didik saat dilapori via selulernya, Selasa (6/7/2021).
Ditambahkannya, kalau tidak biar di tutup, kelihatannya koperasi abal-abal itu.
“Gali sedalam-dalamnya, pinjam dah berapa tahun dan pinjam berapa yang bersangkutan,” imbuhnya.
Sesuai arahan dari Wabup, awak media melaporkan kembali kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Malang (Pantjaningsih Sri Redjeki) yang mulai 3 Juli 2021 dilapori tidak ada jawaban.
“Kemarin lusa dinas sudah fasilitasi, yang bersangkutan akan menyelesaikan,” jawab pantja saat dihubungi kembali awak media.
Sudah, imbuhnya, ada niatan dari pihak koperasi untuk menyelesaikan, tadi pagi ada swab karyawan koperasi dan hasilnya ada yang positif 2 orang.
“Harap dimaklumi, semua perlu proses,” tandasnya.
Hingga berita ini dirilis, Pimpinan koperasi, JH (inisial, Red) belum membalas saat dihubungi awak media. (Red)









