Investigasitimes.com, Koltim – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Dewa Made Ratmawan mengatakan, pekerjaan pembangunan jembatan beton di Desa Lere Jaya, Kecamatan Lambandia menggunakan Belanja Tak Terduga (BTT) hingga kini masih dalam konteks masa kerja dan akan berakhir pada Desember 2023.
Kata Dewa, batas berakhir pekerjaan tertanggal 19 November 2023 yang tertuang serta terpajang pada papan informasi di lokasi proyek jembatan Lere Jaya adalah salah cetak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh eksekutan pekerjaan bernama Maya.
“Waktu pertama kali turun monev (monitoring dan evaluasi) di Lere Jaya, saya klarifikasi kepada eksekutannya (Maya). Dia sampaikan katanya salah waktu. Saat dicetak papan informasinya mereka tidak perhatikan maunya Desember. Saya sampaikan waktu itu untuk membuka papan informasi itu tapi saya tidak tau apakah masih terpasang atau tidak,” jelasnya.
Dewa mengaku sudah sering mengingatkan bahkan sampai memberikan warning kepada eksekutan agar minggu ini sudah harus ada progres pekerjaan.
“Saya juga sampaikan kepada eksekutannya jangan karena selesai sampai Desember kita buang waktu percuma, segera ada percepatan-percepatan. Minggu ini harus ada aktifitas di sana (Lere Jaya). Karena kita tidak tahu kondisi lapangan depan, kadangkala saja ada hambatan seperti cuaca atau hal lainnya,kita tidak tahu.
Ya mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar.Kalau saya sih masih positif thinking masih bisa diselesaikan dengan komitmen harus dilakukan dengan strategi percepatan,” kata Dewa.
Selain jembatan Lere Jaya, ternyata di tahun 2023 ini pihak BPBD Koltim juga melaksanakan kegiatan swakelola pembangunan jembatan kayu di Desa Alaha, Kecamatan Ueesi. Anggarannya diperkirakan sebesar Rp. 200-an juta dengan metode pembayaran sekaligus pula.
“Terkait jembatan kayu Alaha saya dapat informasi dari anggota bahwa sampai hari ini masih ada yang bekerja di sana. Kalau angka fix nya itu pekerjaan saya tidak hafal tapi diangka 200-an juta. Karena itu jembatan kayu yang diperbaiki dan selesai juga pada Desember ini,” terang Dewa.

Ketika ditanya kapan dimulainya pekerjaan jembatan kayu Alaha? Dewa menyampaikan, baru kurang lebih dua minggu sesuai hasil komunikasi dengan camat dan stafnya.
“Kalau pekerjaan fisiknya di bulan Oktober belum ada, tapi bahan yang dibutuhkan untuk membangun jembatan sudah stay di sana. Saya tidak tahu ready nya (bahan kayu jembatan). Tapi sejak saya masuk disini (sebagai Kepala BPBD baru) bahannya sudah ada,” ungkapnya.
Ditanya lagi soal papan proyek jembatan Alaha, Dewa tak dapat memberikan pernyataan yang kuat. Sebab tentang hal itu tidak dipertanyakannya, baik kepada camat maupun stafnya ketika melakukan komunikasi. Akan tetapi sebulan yang lalu ia sempat mengingatkan eksekutan kegiatan untuk memasang papan proyek.
“Kalau papan proyeknya saya tidak sempat tanyakan. Tapi kayanya belum ada. Tapi tidak tau kalau hari ini (20/11/2023). Sebelum ada pekerjaan belum ada papan proyeknya. Tapi sekarang kegiatannya sudah mulai berjalan. Tadi juga saya sampaikan kepada eksekutannya kalau kegiatan di sana (Alaha) pasang papan proyek. Tapi nanti saya akan cek kembali pada anggota karena disana tidak ada jaringan. Pulang pi dari sana (Alaha) baru bisa ditelepon,” katanya.
Dewa mengaku bila kegiatan swakelola baik di Desa Lere Jaya maupun Desa Alaha masih di era pejabat sebelumnya. Terkait pengelolaan keuangan diakuinya pula tidak terlibat sama sekali. Apalagi pencairan dana dilakukan melalui rekening swakelola.
Walau demikian, sebagai pimpinan baru dirinya akan berupaya untuk mencari solusi sehingga pekerjaan tersebut dapat terselesaikan hingga Desember.









