Investigasitimes.com, Kediri Raya – Belum hilang dari ingatan dan hiruk pikuk pemberitaan terkait kondisi jalan Mataram di Dusun Gambang Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, kini ada kasus lagi di wilayah hukum Kediri. Jalan kampung tepatnya di Dusun Boto Desa Sidomulyo Kecamatan Wates setiap hari dijadikan ajang konvoi oleh puluhan truk ukuran besar (Fuso, Tronton dan Gandengan ) yang mengangkut tebu dengan muatan full sampai keatas. Kalau dilihat dari kelas jalannya maka bisa dilihat dengan kasat mata bahwa jalan desa tersebut dibangun bukan untuk kelas truk sebesar itu. Masyarakat setempat sudah lama mengeluhkan kondisi tersebut karena kalau tiap hari pakai konvoi truk besar maka tak ayal lagi jalan desa yang mulus dan dibangun untuk masa 5 tahun akan segera hancur.
Nono (58) warga setempat mengatakan kepada awak media, jalan disini setiap hari dilalui oleh puluhan truk ukuran besar yang angkut tebu.
“Kami sebagai masyarakat dusun boto keberatan sekali kalau jalan disini buat “jak-jakan” dan konvoi truk tronton, karena bila dibiarkan maka tak anyal lagi jalan ini akan hancur lebur,” ucapnya, Selasa (2/11/2021) pagi.
“Kami bersama masyarakat lainnya punya unek-unek keberatan hal ini sudah lama, kok kayaknya pemilik Pok Pokan tebu tidak merasa malu dengan kondisi tersebut, mengapa..!!?? Karena jalan tersebut kan jalan desa yang otomatis dibangun untuk kendaraan ukuran kecil tapi kok dia dengan arogannya melewati jalan desa tersebut dengan memakai truk ukuran jumbo,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, keadaan seperti begini ini apakah pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri tidak tahu ya…?? Ya kalau tahu harusnya segera melakukan tindakan tegas.
“Karena kalau tetap dibiarkan dan tidak segera ada tindakan maka nanti yang rugikan ya rakyat lagi,” terangnya.
Sementara itu T.Yulianto kasi Bimbingan keselamatan dan ketertibatan (Binkester) saat dihubungi lewat WhatsApp beberapa saat yang lalu menjawab singkat “siap”. Hal senada disampaikan oleh Kapala bidang pengendalian dan operasional (Kabid.Dalops) Doni saat dihubungi lewat WhatsAppnya menjawab dengan singkat, terima kasih atas informasinya.
“Ini kami masih menyelesaikan beberapa pekerjaan yang juga mendesak,” ucapnya.

Sementara itu menurut H. Ulpianus S, S.H selaku Ketua Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kediri Raya mengatakan, ini Dinas Perhubungan bersama instansi terkait harus segera turun kelapangan.
“Mendengar ada informasi dan laporan dari masyarakat Kediri seyogyanya Dinas Perhubungan bersama instansi terkait harus segera turun mengecek di lokasi. Informasi ini sangat baik dan harus segera ditindak lanjuti sebelum terjadi kerusakan jalan yang lebih parah, sebab jika terjadi kerusakan jalan maka rakyatlah yang tetap dirugikan, “ucapnya.
“Saya juga heran, kok kejadian demi kejadian dikediri bermacam-macam dan kejadian ini kasat mata, artinya kelihatan nyata didepan mata kita..lha terus dimana itu fungsi dan tugas pemerintah Desa masak jalan desanya dibuat konvoi truk ukuran jumbo dibiarkan saja padahal disitu kan ada tiga pilar sehingga minimal bisa segera koordinasi bersama sehingga kejadian tersebut tidak berlanjut,” ujarnya.
Lanjut pria yang juga sebagai Lawyer senior ini menambahkan, pemerintah itu membangun infrastruktur seperti jalan itu berasal dari pajak masyarakat dan dibangun untuk masa waktu sekurangnya lima tahun, jadi kalau truk jumbo melewati jalan yang bukan kelasnya maka tak ayal lagi jalan akan hancur dan rakyat lagi yang rugi.
Dia juga berharap, semoga dengan informasi dan pemberitaan ini jangan ada yang merasa tersinggung dan lainnya, sebab para pejabat itu dibayar dan digaji oleh rakyat.
“Maka sepatutnya melayani masyarakat bukan malah minta dilayani kayak “Bendoro”, dan jangan sampai ada perasaan alergi sama pemberitaan yang sifatnya membangun,” terangnya.
Dijelaskan, bahwa jalan Dusun Boto setiap hari dilalui oleh truk ukuran besar yang membawa tebu dari Pok-pokan tebu yang berada di Dusun Boto sendiri serta di Desa Blimbing.









