Investigasitimes.com, Koltim – Patut diduga danya potensi kecurangan dengan membangun gerakan senyap menggunakan “mesin” aparat desa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tahun 2024 oleh pasangan calon petahana Abdul Azis-Yosep Sahaka (ASMARA).
Pasca Kepala Desa Penanggosi, Kecamatan Lambandia kedapatan mengikuti pengantaran pendaftaran pasangan ASMARA, kini giliran dengan sikap terang-terangan atau terbuka dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tasahea, Kecamatan Tirawuta bernama I Nyoman Sudiarta yang menunjukkan identitas keberpihakannya.
Melalui akun Facebook (Fb) miliknya, I Nyoman Sudiarta dengan “percaya diri” dan tanpa “menghiraukan” lagi aturan yang mengikat atau melarangnya terlibat dalam politik praktis. Apalagi pada saat menjelang masa kampanye sekarang ini.
Dimana dalam postingannya itu, I Nyoman Sudiarta terlihat sedang berfoto bersama calon Bupati petahana, Abdul Azis di suatu malam (sebab ada lampu sedang menyala) sembari mengangkat jari satu.
Dicaptionnya, I Nyoman Sudiarta menulis “Ini mi Dia mekebyah 🙏🙏 selalu merakyat”.
Foto I Nyoman Sudiarta bersama Azis tersebut diperkirakan (diduga) diambil sebelum menjelang kampanye Abdul Azis, di Desa Tasahea, pada Kamis (7/11/2024) malam.
Postingan I Nyoman Sudiarta yang menunjukkan “tanda” keberpihakannya itu pun kemudian menjadi viral di media sosial.
“Saya rasa pihak BPMD Kab. Kolaka Timur akan duduk tenang dan tak akan mengambil sikap tentang keterlibatan politik praktis Ketua BPD Desa Tasahea,” ucapnya.
“Tolong Bawaslu Koltim meninjau dan memantau langsung keterlibatan Kadis BPMD dalam kegiatan politik praktis yang dilakukan oleh kepala desa ,ketua BPD dan aparat desa lainnya,” demikian ditulis akun Fb, Putri Bugis Tolaki pada postingannya
“Janganmi harap kalau mau ada tindakan dari kadis BPMD om tapi klau aparat desa menentukan sikap ke Paslon lain pasti cepat di panggil dan di ancam,” komentar akun Aswar Mandu menyambut.
“Wiiih,jangan sampai Kaka ini ketua BPD yg sempat di kocing2 di rmhx pak kadis BPMD jg Kaka,kata jin adik,”sebut akun Kadue-kadue
“wiih Jangan2 ini ketua BPD nya ngerti juga dengan tim 15 Kaka?,” sambungnya.
“Ini kknya yg ASN.eng di Bpbd dan Pokja juga..,jadi esekutan dana BTT jembatan batas lamoare putemata..yg spek kualitas kayunya ndk sesuai,pakai kayu weha…coba teman2 APH cek2 juga itu jembatang,..jgn sampai banyak untung, karna yg namanya giat menggunakan dana BTT ndk ada pengambilan keuntungan,maka dari hal itu dinas terkait yg mengerjakan nya..,” kata akun Wijaya Shankara menanggapi.
Hingga dengan berita ini diterbitkan, I Nyoman Sudiarta belum dapat dikonfirmasi.








