Kabupaten Malang — Kepolisian Resor (Polres) Malang resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama (PJU) dan Kapolsek di lingkungan Polres Malang. Upacara pelantikan digelar di Lapangan Polres Malang, Jumat (30/1/2026), dipimpin langsung Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi.
Mutasi jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus penyegaran struktural guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah perwira menempati jabatan baru, mulai dari Kapolsek, Kepala Satuan, hingga pejabat fungsi.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, rotasi jabatan merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, seiring meningkatnya ekspektasi publik terhadap kinerja Polri.
“Tantangan tugas Polri semakin kompleks dan harapan masyarakat terhadap kinerja Polri juga semakin tinggi. Karena itu saya titipkan amanah ini kepada para pejabat baru untuk bekerja secara profesional dan mengedepankan hati nurani,” ujar AKBP Taat.
Dalam rangkaian sertijab tersebut, AKBP Ainun Djariyah yang sebelumnya menjabat Kapolsek Turen resmi mengakhiri masa tugas dan memasuki masa purna tugas. Jabatan Kapolsek Turen kini diemban Kompol Irwan Tjatur Prambudi, yang sebelumnya bertugas di Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.
Sementara itu, Kompol Try Widyanto Fauzal yang sebelumnya menjabat Kapolsek Singosari, mendapat penugasan baru sebagai Wakapolres Ponorogo. Posisi Kapolsek Singosari selanjutnya dijabat AKP Achmad Zainuddin, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Wajak. Adapun jabatan Kapolsek Wajak kini diemban AKP Achmad Zaini.
Perubahan jabatan juga terjadi di Polsek Ampelgading. AKP Handry Prasetyo mendapat penugasan baru di bidang SDM Polres Malang, sementara jabatan Kapolsek Ampelgading kini dipegang AKP Moh Budi Hartawan.
Selain itu, AKP Indra Subekti yang sebelumnya menjabat Kapolsek Pakisaji, dipercaya mengemban amanah sebagai Kasubbagdalops Bagops Polres Malang. Jabatan Kapolsek Pakisaji kini dijabat AKP Sunarko Rusbiyanto.
Di jajaran reserse, AKP Muchammad Nur yang sebelumnya menjabat Kasatreskrim Polres Malang, mendapat penugasan baru di Ditreskrimsus Polda Jawa Timur. Posisi Kasatreskrim Polres Malang kini diemban AKP Hafiz Prasetia Akbar.
Rotasi lainnya, AKP Bagus Wijanarko yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polres Pamekasan, kini dipercaya sebagai Kapolsek Ngajum. Sementara IPTU Suyatno resmi dilantik sebagai Kasattahti Polres Malang.
Dalam upacara sertijab tersebut, Polres Malang juga melantik AKP Yulistiana Sri Iriana sebagai Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Kasatres PPA-PPO). Sebelumnya, AKP Yulistiana menjabat sebagai Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Malang.
AKBP Taat menegaskan pentingnya profesionalisme dan kepekaan nurani bagi para pejabat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kasatreskrim, Kasat Tahti, serta para Kapolsek memiliki peran strategis. Saya berharap para pejabat ini mampu menyerap aspirasi masyarakat dan mewujudkannya melalui kinerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pembentukan Satres PPA-PPO merupakan bentuk komitmen nyata Polri dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.
“Satres PPA dan PPO ini merupakan wujud keseriusan Polri dalam merespons tingginya kasus perlindungan perempuan dan anak. Dengan berdiri sebagai satuan tersendiri, penegakan hukum diharapkan berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Polres Malang tercatat menjadi salah satu dari sedikit polres di Indonesia yang telah memiliki Satres PPA-PPO. Kebijakan ini sejalan dengan strategi Polri yang baru meresmikan unit PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres di seluruh Indonesia, termasuk jajaran Polda Jawa Timur.
AKBP Taat berharap, dengan struktur organisasi yang semakin kuat dan profesional, kehadiran Satres PPA-PPO mampu memberikan rasa aman, keadilan, serta perlindungan maksimal bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Malang.
“Dengan struktur baru ini, saya berharap pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat berjalan lebih baik dan lebih cepat,” pungkasnya.









