Investigasitimes.com, Koltim – Sebuah pesan dari anggota DPRD Koltim bernama H Andi Basir Saransi tiba-tiba “kesasar” (masuk) di grup whatsapp (WA) pada Selasa (13/9/2022) sekitar 11.47.
Isi pesannya cukup mengejutkan dan sarat dengan tanda tanya. Pasalnya, didalam pesan nyasar itu penuh dengan “aroma” duit. Netizen yang ada di grup WhatsApp pun dibuat bertanya-tanya apa maksud dibalik pesan anggota legislatif (aleg) asal Partai Nasional Demokrasi (NasDem) tersebut.
Sedang hangatnya netizen membahas, tiba-tiba Andi Basir Saransi menghapus pesan yang dikirimnya hanya dalam hitungan menit. Dua menit kemudian Ia pun kembali mengirim digrup whatsapp dengan nada permohonan maaf karena telah salah mengirim pesan.
Adapun isi pesan misterius Andi Basir Saransi berbunyi:
“Tuk dana pemasangan baliho bisa transf ke. Rek Bank BRI 7495xxxxxxxxxxx an…. (Rek ini khusus untuk biaya baliho)”.
“Dana tuk kontribusi/anggota DPRD bisa transf ke Rek bank no. 247xxxxxxxxxxx bank Sultra an……. (rek khusus dana kontribusi anggota DPRD) mohon dikrmkan bukti transfx🙏🙏,” demikian pesan yang diteruskan H Andi Basir Saransi ke sebuah grup publik.
Saat dikonfirmasi melalui telepon, Andi Basir Saransi mengaku bahwa dirinya salah mengirim pesan sehingga “kesasar” disalah satu grup publik WhatsApp.
Dipertanyakan mengenai dana kontribusi untuk anggota DPRD, Andi Basir Saransi menjelaskan jika dana kontribusi yang dimaksud juga bukan untuk anggota DPR.
“Bukan kontribusi untuk ke DPR pak. Itu di grupnya anu, di grupnya…di grupnya anu eee grupnya NasDem. Saya kan orangnya NasDem, itu salah kirim. Jadi itu (maksudnya isi pesan kesasar) dalam rangka kedatangan Surya Paloh. Jadi tidak dipublikasi ini pak dalam rangka kedatangan Surya Paloh. Begitu saja pak,” ujar Andi Basir Saransi.
“Itu (dana kontribusi) tidak mengikat, terserah dari anggota. Mau kontribusi, mau tidak kontribusi silahkan. Mau bikin baliho, mau tidak bikin baliho silahkan. Tidak ada nilainya disitu pak. Tidak ada paksaan dan lain-lain sebagainya. Di NasDem tidak begitu pak. Tanpa mahar judulnya itu. Masa dia (entah siapa yang dimaksud) mau datang baru mau apa! Terserah dari dia teman-teman. Itu dipublikasikan, saya share dengan teman-teman, salah share ki. Jadi mohon tidak dipublikasikan itu pak, Oke! Cuma itu saja ditanyakan, selesai. Terimakasih banyak pak,” sambungnya.
Hanya sayangnya, saat kembali diajukan pertanyaan sehingga Andi Basir Saransi melarang wartawan untuk lebih memperjelas (publikasi) persoalan ini, malahan Andi memilih memutuskan sambungan telepon.









