Investigasitimes.com, Koltim – Adanya berita dugaan keterlibatan sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang mencetak baliho atau banner salah seorang calon anggota legislatif (caleg) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hartini Azis sampai saat ini belum juga mengundang reaksi dari pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Koltim.
Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Ketua Bawaslu, Abang Saputra menyampaikan bahwa, pihaknya belum dapat menanggapi terkait hal itu.
“Pemberitaan belum kami tahu sumbernya artinya jika memang ada indikasi seperti ini silahkan laporkan ke Bawaslu karena kami juga tidak bisa melakukan penelusuran kalau sumber informasinya yang belum jelas,” katanya.
Pihak Bawaslu Koltim sendiri sepertinya tidak dapat menjadikan informasi pemberitaan sebagai salah satu referensi dalam melakukan pengawasan terhadap
netralitas aparatur sipil negara, sebagaimana yang menjadi bagian dari tugasnya.
Seperti diketahui, dalam pemberitaan sebuah media online menyatakan terdapat beberapa orang ASN Koltim turut memesan baliho atau banner caleg Hartini Azis yang juga Ketua DPC Partai Nasional Demokrat (NasDem) Koltim tersebut.
Menurut pengakuan seorang pekerja percetakan Efdesain Desa Poni-poniki, Fajri bahwa ASN yang memesan baliho atau banner istri dari Plt.Bupati Koltim kadang kala dibayar cash dan ada pula yang melalui nota bon.
Pemesanan lanjut Fajri terkadang, langsung dari oknum ASN itu sendiri, kadangkala juga melalui orang suruhan. Termasuk boss Fajri sendiri bernama Mardaming juga pernah memesan baliho atau banner Hartini Azis untuk sebuah instansi (dinas).
Fajri mengungkapkan, di percetakan tempat ia bekerja masih tertampung beberapa baliho Hartini Azis dan belum diambil oleh si pemesan.
Cetak baliho atau banner istri Plt. Bupati Koltim oleh oknum-oknum ASN menggunakan mesin percetakan milik Dinas Koperindag Koltim alias aset daerah.








