“Diperkosa Dump Truk Galian” Jalan Desa Karangsono Loceret Ambyar…‼️

Jalan Aspal Dilokasi Belokan Balai Desa Karangsono Loceret Dilewati Dump Truk Galian Hancur Lebur

Investigasitimes.com, Nganjuk – Miris bila melihat kondisi jalanan aspal di Desa Karangsono, Loceret Kabupaten Nganjuk. Pasalnya hampir semua jalanan yang beraspal tampak hancur berantakan, salah satu penyebab diduga karena terus menerus “diperkosa” oleh dump truk yang hilir mudik mengangkut hasil galian tanah urugan di dua lokasi yakni Desa Genjeng dan di Karangsono. Semua armada yang lewat tampak jelas ada perubahan dimensi bak truk yang ditinggikan sehingga bisa angkut lebih dari 10 kubik.

Dari penelusuran awak media, tanah urugan yang dari lokasi galian Desa Genjeng tersebut banyak dikirim ke wilayah by pas Nganjuk dengan armada Dump Truk yang ada tulisannya di kaca depan “TIARA”, sedangkan lokasi urugan baru di Desa Karangsono dan juga masuk perbatasan dengan Genjeng dikirimkan ke Proyek Bandara di Kediri, Kamis (4/5/2023).

Balai Desa Karangsono, Loceret Nganjuk

Dari keterangan para pekerja dilokasi galian Karangsono, bahwa tanah hitam tersebut dikirim ke Bandara Kediri. Jenisnya Top Soil (tanah bagian atas/humus) saja karena tanah tersebut merupakan permintaan PT. WIKA untuk membuat taman.

“Tanah Top Soil ini dipesan oleh PT. WIKA yang sedang membangun Bandara Kediri. Tanah ini akan digunakan untuk taman yang selanjutnya akan ditanami rumput diwilayah Bandara,” ucapnya, yang diamini oleh pekerja lainnya, Kamis (4/5/2023).

Dump Truk Angkut Top Soil Dari Galian Karangsono Masuk Bandara Kediri Muatan Over Load Dan Tidak Ditutupi Terpal

“Kami mulai membuka proyek galian di Karangsono ini sekitar bulan februari 2023 dengan membuat akses jalan masuk, dan mulai saat itu tanah TOP Soilnya kami pinggirkan ditepi jalan selanjutnya karena ada permintaan dari PT. WIKA maka semua tanah Top Soil selama pembukaan jalan dikirimkan ke Bandara Kediri. Sekarang ini kami sudah mulai menggali di titik Nol (koordinat), jenis tanah yang keluar yakni Top Soil, tanah padas dan jenis batuan. Khusus Top Soilnya untuk Bandara Kediri sedangkan jenis padas dan batuan dikirim ke wilayah lokal,” pungkasnya (Bersambung).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *