Membangun Koltim Dimulai dari Dalam: Pekerjaan Besar Yosep Sahaka Menata Birokrasi

Kabupaten Koltim – Membenahi Pemerintahan dari dalam merupakan pekerjaan rumah yang tak boleh diabaikan, utamanya jika Kolaka Timur (Koltim) ingin bergerak lebih cepat menuju tujuan pembangunan yang telah dicanangkan.

Sebagai Plt Bupati Koltim, Yosep Sahaka tak hanya semata-mata agar pemerintah melahirkan program baru, tetapi bagaimana memastikan mesin birokrasi yang menjalankannya benar-benar bekerja dalam satu arah.

Misi pembangunan yang pernah dibawa Yosep Sahaka bersama Abdul Azis dalam Pilkada Koltim kemarin harus memiliki kesinambungan dalam pelaksanaannya.

Visi dan janji politik tidak akan banyak berarti apabila tidak diterjemahkan menjadi kerja birokrasi yang terukur, konsisten dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pembenahan secara internal bukan lagi pada konteks pilihan, namun melainkan sudah menjadi kebutuhan.

Pemerintah daerah perlu melihat kembali bagaimana organisasi perangkat daerah bekerja. Apakah setiap OPD sudah memahami tugas pokok dan fungsinya? Apakah program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat? Apakah koordinasi antar perangkat daerah sudah berjalan? Dan yang tidak kalah penting, apakah setiap pejabat mampu mempertanggungjawabkan target yang menjadi tanggung jawabnya?

Yosep Sahaka perlu membangun birokrasi yang tidak hanya sibuk dengan rutinitas administrasi, tetapi mampu bekerja berdasarkan target dan hasil. Setiap OPD harus mengetahui apa yang menjadi prioritas pemerintah daerah dan bagaimana kontribusinya terhadap pencapaian tujuan tersebut.

Jangan sampai perencanaan berjalan sendiri, penganggaran berjalan sendiri, sementara pelaksanaan program tidak memiliki keterkaitan yang kuat.

Pembenahan juga harus menyentuh budaya kerja. Birokrasi membutuhkan aparatur yang disiplin, profesional, responsif dan memiliki keberanian menyelesaikan persoalan.

Pemimpin membutuhkan bawahan yang mampu menerjemahkan kebijakan, sementara pejabat juga membutuhkan arahan yang jelas agar tidak bekerja dalam ruang abu-abu. Perlunya konsolidasi internal sebagai kuncinya.

Pemerintahan yang kuat bukan dibangun hanya dari banyaknya program, tetapi dari kemampuan menyatukan seluruh perangkat daerah dalam satu garis kerja.

Ketika koordinasi lemah, program mudah tumpang tindih. Ketika pengawasan tidak kuat, target dapat melenceng. Dan ketika evaluasi tidak berjalan, kesalahan yang sama berpotensi terus berulang.

Momentum kepemimpinan Yosep Sahaka semestinya digunakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola kerja tersebut.

Bukan berarti seluruh birokrasi harus dipandang bermasalah. Justru sebaliknya, aparatur yang bekerja baik perlu diperkuat, sementara bagian yang belum berjalan optimal harus dibenahi.

Penempatan orang pada posisi yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi juga menjadi bagian penting dari penguatan pemerintahan.
Sebab, membangun Koltim tidak cukup dengan mengganti atau menambah program. Yang lebih mendasar adalah memastikan siapa yang menjalankan program tersebut, bagaimana cara kerjanya dan bagaimana hasilnya diukur.

Sebelum membangun masyarakat, pemerintah harus terlebih dahulu membangun kekuatan di dalam rumah pemerintahannya sendiri. Setelah orangnya tepat, struktur kerjanya jelas dan koordinasinya kuat, barulah program pembangunan memiliki mesin yang mampu menggerakkannya.

Dari sinilah misi bersama dapat menemukan jalannya, dan kemudian tujuan bersama pula dapat diwujudkan dalam kerja nyata.

Kini harapan besar tertuju pada hasil job fit dan manajemen talenta nantinya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *