Investigasitimes.com, Koltim – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melaksanakan seleksi terbuka (asesmen) untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP),setara dengan jabatan eselon II pada tahun 2024 ini.
Setidaknya, ada 11 kursi jabatan lowong yang dilelang, baik itu posisi sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Asisten maupun staf ahli Bupati Kolaka Timur.
Kini seleksi telah memasuki tahap tes penilaian kompetensi melalui assessment center dari Kepolisian Republik lndonesia. Sebanyak 50 orang peserta yang dinyatakan lolos secara administrasi mengikuti tes ini (penilaian kompetensi).
50 ASN itu sebagian dari pegawai lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur sendiri dan sebagain lainnya berasal dari luar Kolaka Timur.
Mereka (50 peserta) pula tengah memegang jabatan eselon III dan menempati posisi jabatan misalnya Sekretaris Dinas, Kepala Bagian (Kabag), Camat, Kepala Bidang (Kabid) serta sebagai Sekretaris Camat (Sekcam).

Pelaksanaan assessment center berlangsung pada Selasa (20/2/2024), disalah satu hotel di Kota Kendari. Dibuka oleh Kapolda Sulawesi Tenggara yang diwakili Karo SDM Polda Sultra, Kombespol Danang Beny Kuswandono SIK MH.
Turut hadir pada kegiatan pembukaan tersebut adalah Bupati Koltim, Abd Azis SH MH, Ketua Tim Assesor Mabes Polri, Kombes Pol Indra Setiawan SH SIK MH, Sekretaris Daerah Koltim, Andi Muh Iqbal Tongasa SSTP MSi dan sejumlah pimpinan OPD.
Selaku mewakili Kapolda, Karo SDM, Kombespol Danang Beny Kuswandono meyakinkan kepada peserta dan tamu hadirin bahwa seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur tahun 2024 akan berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dilakukan secara independen,penuh dengan dedikasi serta pelayanan yang baik, sehingga dapat menghasilkan pimpinan yang berkualitas.
”Assessment yang dilaksanakan hari ini sesuai dengan MoU beberapa waktu lalu. Saya ingatkan lagi kepada seluruh peserta, nggak usah belajar, karena kami menilai sesuai dengan kompetensi dan pengalaman masing-masing,” kata Kombespol Danang.

Sementara itu, Bupati Koltim, Abdul Azis menyatakan, assessment dilaksanakan bertujuan mengukur akurasi masing-masing peserta agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan di instansi masing-masing nantinya.
”Seperti yang disampaikan pak Karo SDM tadi, tidak usah belajar seperti mau ujian sekolah, karena yang akan muncul nanti apa adanya saja yang kita miliki, yang biasa kita lakukan. Kami akan memilih secara objektif karena semua memiliki kesempatan. Perbanyak berdoa dan berikhtiar, jangan bohong-bohong nanti pasti ketahuan. Semoga kegiatan ini, berjalan dengan baik, dan melaksanakan sesuai tupoksi masing-masing,” ujar Bupati Azis.
Ketua Tim Assesor, Kombes Pol Indra Setiawan menyampaikan bahwa pelaksanaan assessment tersebut merupakan perintah undang-undang melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).
Dikatakan, Polri sudah mendapat akreditasi A dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI serta dari Kementerian PAN-RB. Tidak hanya itu, Polri juga telah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai lembaga yang menggelar assessment seperti ini dengan peserta terbanyak.
Kombel Pol Indra Setiawan memberikan sedikit gambaran jika soal yang nantinya akan dipertanyakan ialah menyangkut kegiatan setiap hari yang kerap biasa dilakukan oleh masing-masing peserta.









