I Gusti Haryo Rakenda, Caleg PDI-P Provinsi Sultra Berjiwa Energik: Pengusaha Muda yang Siap Hadir untuk Rakyat, Memperjuangkan Aspirasi Masyarakat

Investigasitimes.com, Koltim – I Gusti Haryo Rakenda S.STPi adalah seorang calon anggota legislatif (caleg) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan nomor urut 9.

Daerah pemilihannya (dapil 5) meliputi Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara (Kolut) dan Kolaka Timur (Koltim). Muda, Berani, dan Beda itulah slogan yang kemudian terpajang di setiap balihonya.

Haryo begitulah sapaan akrabnya. Diusianya yang masih muda ia mempunyai mimpi menjadi wakil rakyat. Tampil apa adanya, namun memiliki pemikiran atau langkah yang lebih maju (visioner).

Pada prinsipnya, Haryo yang berjiwa energik ini maju pada pemilihan legislatif (Pileg) Dapil Sulawesi Tenggara tanggal 14 Februari 2024,bagaimana dapat mendedikasikan dirinya sebagai jembatan guna mempermudah antara keinginan atau aspirasi masyarakat dengan pemerintah.

Sebagai kontrol atas program-program pemerintah itu sendiri agar supaya berjalan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Sehingga dengan demikian dapat mendorong kemajuan perekonomian dan pembangunan di wilayah Kolaka Raya.

“Setidaknya kalau sudah menjadi anggota dewan tidak susah komunikasi ataupun segan untuk bertemu. Saya masih tetap seperti yang dulu, gampang berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan siapa saja selama menyangkut hal yang positif. Menjadi wakil yang betul-betul ada untuk rakyat.Bukan hadir guna mencari sebuah jabatan maupun popularitas. Apalagi demi kepentingan pribadi (individu),” katanya saat wawancara dengan wartawan media ini, Senin (8/1/2024).

I Gusti Haryo Rakenda merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan suami-isteri I.G.M.R Yasanto, S.Pd dan Ni Made Puri,S.Pd.

Haryo sempat mengeyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Kelurahan Tababu. Namun karena orang tuannya ketika itu sedang menyelesaikan pendidikan sarjana di Kota Kendari, Haryo pun pindah sekolah di SDN 3 Kambu Kendari (tepat kelas IV).

Setelah tamat SD tahun 2001, Haryo kembali ke tanah kelahirannya yaitu Koltim dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Negeri 1 Tirawuta. Tamat pada tahun 2004.

Selanjutnya, Haryo menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) 4 Kendari. Tahun 2007, ia dinyatakan lulus sekolah.

Dari situ, Haryo kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Sebuah Perguruan Tinggi kedinasan di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Lulus menjadi sarjana tahun 2011, Haryo pun langsung bekerja sebagai Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) Dinas Perikanan Kota Kendari hingga tahun 2012.

Selain menjadi PPTK, Haryo juga berupaya mencari peluang-peluang yang ada. Ia mencoba mengikuti lowongan kerja sebagai pegawai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra (sekarang ini bernama Bank Sultra).

Sembari menunggu keberuntungan di BPD, Haryo juga mencoba melangkahkan kaki ke bisnis kayu gelondongan. Bersama kakaknya, ia mengumpulkan bahan kayu kemudian dikirim ke daerah Bali.

Disaat pengiriman kayu yang pertama kali dilakukan, tiba-tiba Haryo mendapat sebuah kejutan. Ia dipanggil karena lolos berkas dan akhirnya resmi diterima menjadi pegawai BPD.

Tahun 2014 lalu, Haryo menikahi seorang gadis bernama Kade Ayu Irmayanti,Amd,Kep. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai tiga orang anak. Anak pertama bernama I Gusti Ngurah Yajna Azka (9 tahun), anak kedua bernama I Gusti Alka Deepa (6 tahun) dan akan ketiga bernama I Gusti Rajendra Pratyaksa (1,6 tahun).

Tak hanya mengandalkan gaji dari BPD, Haryo kembali menggeluti dunia usaha guna menambah penghasilan. Diawali dari usaha pengembangan perumahan (devoleper) pada tahun 2018 (sampai sekarang eksis berjalan).

Di Tahun 2019, Haryo mengembangkan usaha lain yakni usaha transportasi dump truk (sampai sekarang masih tetap berjalan).

Melihat usahanya cukup melejit, membuat Haryo berada dalam dua pilihan. Bertahan sebagai pegawai BPD atau fokus mengembangkan bisnis yang telah dibangunnya. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk resign (mengundurkan diri) dari BPD tahun 2020.

Di tahun 2020 ini pula, Haryo menambah usaha lain yaitu usaha mebel dan minol. Kedua usaha juga sampai sekarang masih berjalan. Tak sampai disitu, pada tahun 2022, Haryo melakoni usaha rental alat berat sampai dengan sekarang ini.

Tahun 2023, Haryo mengembangkan usaha karangan bunga. Dan sampai sekarang usaha yang dibangun Haryo termasuk swalayan masih tetap berjalan. Keberhasilan yang diraih Haryo tentu tak lepas dari orang-orang terdekatnya. Terutama ibu,istri dan saudaranya.

Haryo juga aktif dalam berorganisasi. Diorganisasi Banteng Muda Indonesia (BMI) sebagai sayap Partai PDI-P, ia ditunjuk sebagai bendahara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sulawesi Tenggara. Terpilih pula sebagai Wakil Ketua Bidang Industri, Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Koperasi dan UMKM pada kepengurusan DPC PDI-P Kota Kendari masa bakti 2019-2024.

Dengan pencapaian keberhasilan yang ada, tak cukup bagi Haryo. Ia berkeinginan besar untuk mengabdikan dirinya menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara. Bisa ada untuk rakyat dan menjadi jembatan aspirasi bagi masyarakat di wilayah Kolaka Raya.

Biografi:

Nama:

I Gusti Haryo Rakenda S.STPi

Ayah:

I.G.M.R Yasanto, SPd

Ibu:

Ni Made Puri, SPd

Istri:

Ni Kadek Ayu Iramayanti, Amd, Kep

Anak:

1. I Gusti Ngurah Yajna Azka (9)
2. I Gusti Alka Deepa (6)
3. I Gusti Rajendra Pratyaksa (1.6 tahun)

Jenjang Pendidikan:

-SDN 3 Kambu Kendari tahun 2001

-SLTP Negeri 1 Tirawuta tahun 2004

-SMA Negeri 4 Kendari tahun 2007

-STP Jakarta tahun 2011

Jenis Usaha:

1. Pengembang Perumahan (2018 s/d sekarang)

2. ⁠Usaha Transportasi Dump Truk (2019 s/d sekarang)

3. ⁠Usaha Rental Alat Berat (2022 s/d sekarang)

4. ⁠Usaha Mebel dan Minol (2020 s/d sekarang)

5. ⁠Usaha Karangan Bunga (2023 s/d sekarang)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *