Kabupaten Koltim – Kepedulian terhadap kondisi Muhamadiah (62), warga Desa Wungguloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), terus meluas.
Setelah sebelumnya para santri Pondok Pesantren Al Bukhari Wesalo, Kecamatan Lalolae, melalui organisasi Gemar Peduli Sesama membuka penggalangan dana, kini gerakan serupa datang dari Studio Kopi Customer yang beralamat di Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta.
Bagi masyarakat yang ingin ikut berbagi secara sukarela, diperkenankan dapat menghubungi Agung sebagai contact person di nomor: 0852 5526 0006.
Langkah dari Studio Kopi Customer merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu Muhamadiah “keluar ” dari gubuk terpalnya, atau dengan kata lain menghantarkan warga yang sudah memasuki usia lanjut tersebut untuk memiliki rumah yang lebih layak huni.
Diketahui, selama lebih dari dua tahun, Muhammadiah bertahan hidup seorang diri di sebuah gubuk sederhana yang beratapkan dan berdinding terpal.
Pemerintah Koltim melalui sejumlah perangkat daerah juga telah turun melihat langsung kondisi tempat tinggal Muhammadiah setelah mencuat ke publik.
Dinas Sosial sebelumnya datang melakukan pengecekan, disusul Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan yang turun meninjau kondisi rumah terpal tersebut.
Meskipun demikian, hingga sejauh ini belum ada bantuan nyata yang diterima Muhamadiah dari Pemerintah Kabupaten Koltim, termasuk memberikan bantuan kebutuhan pokok atau sembako.
Tak hanya itu, di tengah gerakan masyarakat yang terus tumbuh terhadap Muhamadiah, justru disayangkan sampai dengan saat ini belum terlihat ada satupun anggota DPRD Koltim, khususnya wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Ladongi untuk datang secara langsung melihat kondisi kehidupan Muhamadiah dari dekat.
Persoalan hunian layak bagi Muhamadiah bukan semata-mata persoalan individu, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan, kepekaan dan kepedulian sosial di tengah-tengah masyarakat.
Kehadiran wakil rakyat di lapangan setidaknya dapat menjadi bentuk empati sekaligus memastikan persoalan warga yang membutuhkan perhatian benar-benar diketahui secara langsung.
Donasi yang terkumpul nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih manusiawi bagi Muhamadiah.
Sekaligus mengakhiri perjuangan panjangnya (Muhamadiah) dalam bertahan di gubuk terpal,serta menjalani sisa hidup dengan kondisi yang lebih layak.









